"forgiven but not forgotten...."
Jaka Susila, Maret 2004
Semua perlakuan buruk, sumpah serapah bahkan kesalahan seseorang seringkali bisa dimaafkan dengan mudah. Namun, akankah perlakuan itu bisa dilupakan begitu saja? "Belum tentu," begitu kata Jack -- sapaan akrab Jaka Susila kepadaku.
Kapasitas memori yang dimiliki manusia terhadap keburukan seseorang lebih banyak dibandingkan kapasitas ketika seseorang berbuat baik terhadapnya. Karena itu, tak salah ketika ada yang memiliki ide membuat pepatah, gajah di pelupuk mata tak nampak, tetapi semut di seberang lautan tampak.
Toh, masih menurut Jack, orang juga tak bisa memaafkan dengan tulus dan iklas. Karena manusia tak pernah sempurna. "Ah, semua juga tahu Jack, kalau nggak ada manusia yang sempurna," sergahku. Jack tersenyum. "Kau akan temukan arti orang tak bisa memaafkan dengan tulus nantinya, kawan. Percayalah,"

0 Comments:
Post a Comment
<< Home