PoSe
Ragu aku membuka kaosku. Sekarang hanya tinggal Be Ha yang melekat di dadaku. Sang fotografer memintaku untuk menanggalkannya juga. Well, masih juga dengan keraguan aku membuka pengait Be Ha-ku. Lebih baik, begitu kata Sang Fotografer yang sedang sibuk menyiapkan kamera Nikon F90X, memasang flash SB 25 di body-nya.
Lantas dia memintaku duduk di atas meja yang disampingnya terdapat dua buah lampu baca. Tak lama kemudian Sang Fotografer memintaku berpose. Dia mencoba mengambil detail tubuhku. "Aku akan memotret kamu sebagai sebuah seni, bukannya foto porno seperti yang ada di iklan 0800-sekian-sekian," katanya di balik kameranya. Dia terus mengambil gambarku, sampai dua roll film Fuji Superia asa 400-nya habis. "Istirahat dulu ya. Capek. Aku sekalian mau nyari ide pose yang bagus," sambungnya.
Sepuluh menit istirahat yang diselingi perbincangan membuat kepala Sang Fotografer lumayan terisi dengan ide-ide gila. Tiba-tiba saja dia memintaku membuka celana panjang Lee Cooper-ku. Aku sempat terperanjat. Namun, cepat dia mengatakan, dirinya tidak akan memintaku membuka celana dalamku. So, sekali lagi aku menanggalkan busanaku.
Kini, dia memintaku berpose di taman rumahnya, yang kebetulan sedang sepi. Wah, aku sama sekali tak membayangkan, akan dipotret dengan hanya memakai celana dalam di luar ruangan. But, hei, ini adalah sebuah eksperimen juga untukku. Tak seberapa lama, kembali Sang Fotografer sibuk mengarahkan aku untuk bergaya. Pantatku terasa geli ketika harus duduk di atas rumput taman yang baru saja dipangkas. Belum lagi, rasa risih yang kurasakan jika Sang Fotografer memintaku berbaring. Penyiksaan! But, hei, sekali lagi, ini adalah sebuah tantangan yang harus kujalani dengan tetap tersenyum di hadapan kamera. Setengah jam berpose, Sang fotografer mengatakan, "Selesai! Good job Miss."
Kini, giliranku yang diperbolehkan mengatur poseku sendiri. Maka dengan iseng aku meminta dia mencopoti semua pakaiannya -- kecuali celana dalamnya tentu, dan memintanya mengambil tripod. Maka, jadilah, aku berpose dengannya di taman rumahnya dengan hanya memakai celana dalam.
Seminggu berlalu, aku sedang berjalan di trotoar ketika ponsel-ku berbunyi. "Hai Miss, ingin lihat hasilnya? Aku sekarang ada di depan apartemenmu," ujar Sang Fotografer. Maka aku bergegas menyetop sebuah taxi. Sepuluh menit kemudian, aku mendapati Sang Fotografer tersenyum di depan apartemenku.
Aku duduk di sofa yang menghadap ke televisi. Kubuka amplop coklat berisikan puluhan lembar fotoku. "Waaah...! Bagus sekali. Aku seksi juga ya," ucapku sambil masih terus memandangi foto-fotoku. Dan itulah kali pertama aku berpose dengan hanya menggunakan celana dalam untuk Sang Fotografer.

3 Comments:
siapakah fotografer yang beruntung itu ya....hehehe mau dong....ups sekarang udah ada yang jagain lagi.
siapakah fotografer yang beruntung itu ya....hehehe mau dong....ups sekarang udah ada yang jagain lagi.
--nawi--
coba kalo berani, posting di sini gambarnya :D
Post a Comment
<< Home