Saturday, August 28, 2004

Rest In Schock!

Rest In Schock!

Sepertinya di kantorku sedang ada wabah sakit jantung. penyakit itu bukannya diderita oleh para manusia yang bekerja di kantorku, tetapi oleh beberapa program yang baru saja ditayangkan. dua di antara program yang menderita sakit jantung adalah program dimana aku bertugas, Sportivo.
Aku dan rekan-rekanku harus merelakan kematian mendadak Gila Bola as GIBOL! dan Legenda Liga, lantaran keduanya terkena SERANGAN JANTUNG, dari bagian programing!
Executive Produser-ku, puyeng kepalanya. Bagaimana tidak, kedua program itu, bisa dikatakan masih prematur, usianya masih delapan episode as dua bulan jalan. tiba-tiba saja tanpa alasan yang jelas, keduanya dibubarkan -- ini istilah kasar ya. padahal kedua program itu, memiliki nilai share penonton yang mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan.
aku sebagai buruh di stasiun televisi, hanya bisa mengelus dada tanpa bisa berkomentar. aku tak punya kuasa apapun terhadap kebijakan yang dibuat oleh raksasa entertainment.
kata beberapa rekanku, serangan jantung yang diderita oleh GIBOL! dan Legenda Liga itu, sudah membunuh inspirasi, kreatifitas dan ide gila yang ada di otak mereka. tapi, menurutku, yang paling parah, serangan jantung itu, bisa membunuh semangat kerja dan semangat juang rekan-rekanku. mereka bekerja siang malam, bahkan ada yang tak pulang ke rumah, karena senang bisa bekerja dan bisa menyalurkan inspirasinya.
aku hanya bisa berkata: "s'moga GIBOL! dan Legenda Liga bisa beristirahat dengan tenang di sisi Bapa. GIBOL! akan selalu dikenang dengan kegilaan kru-nya yang tidak pernah mengeluh kala bekerja. dan s'moga Legenda Liga menjadi legenda yang selalu dikenang oleh penggemar dan stasiun TV yang membunuhnya. don't Rest In Schock, please Rest In Peace!"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home