Tuesday, August 24, 2004

Sahabat?

Sahabat...
malam ini, aku mungkin akan kehilangan seorang sahabat. aku kecewa dengan diriku sendiri. seorang sahabat baikku, teman berbagi suka dan duka telah meragukan arti persahabatan yang selama ini, aku jalin dengannya. hanya karena seorang laki-laki yang bagiku bukan siapa-siapa. dengan semena-mena dia menuduh aku telah mengambil laki-lakinya. God! aku bukan perempuan yang seperti itu, dan aku bukan tipe sahabat yang dengan seenaknya akan menusuk dari belakang.

Sahabat....
namun, kemudian aku melihat kembali perjalanan yang kulalui bersamanya. aku toh tak pernah bisa merasa dekat dengannya. aku selama ini hanya dijadikan tempat sampahnya kala dia sedang dirundung duka. dia hanya membutuhkan aku ketika sedang dilanda amarah dengan laki-lakinya. hhhh.....

Sahabat....
aku akan membiarkanmu pergi meninggalkanku. atau aku yang akan meninggalkanmu. sebab, aku sudah tidak ingin lagi terkekang dalam kemunafikan yang kau bangun bersama dengan laki-lakimu. selama ini aku telah memegang banyak sekali rahasia antara kau dan laki-lakimu. tapi, yang aku dapatkan hanya sebuah ketidakpuasanmu. kau menuduhku melanggar kepercayaan yang selama ini kau berikan kepadaku. Gila!

Sahabat....
mulai saat ini kau bukan lagi orang yang bisa berbagi suka dan duka bersamaku. Aku tidak pernah keberatan dengan itu semua. jalanmu dan jalanku memang berbeda. dan aku tidak ingin mengikuti jalur yang kau tempuh. aku punya jalanku sendiri melawan keragu-raguanmu terhadapku. aku akan pergi meninggalkanmu. toh, selama ini aku juga tak terlalu ambil peduli dengan apa yang terjadi denganmu. karena segala sesuatu yang menyangkut dirimu, kau juga yang putuskan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home