Thursday, August 12, 2004

uLaNg TaHuN

13 Agustus 2004
00.15

"Hai, met ulang tahun ya..."

"Thank's...., aku sudah menunggu telpon kamu kok. biasanya kamu kan jadi orang pertama yang ngucapin ulang tahun ke aku. cuma sayang, tahun ini kamu telat 15 menit. hehehe...."

"maaf kawan, aku sedang sibuk dengan naskahku. aku hampir saja kelupaan tadi. tapi beruntung aku melihat jam dan teringat kamu. jadi aku langsung saja cabut ke meja telepon. maaf sekali lagi kawan, karena aku hampir saja kelupaan,"

"ah, tak apa-apa, lupa itu kan salah satu ciri manusia. dan beruntunglah kamu masih bisa lupa, bayangkan kalau kamu terus mengingat-ingat masa lalu yang sedih. wah, bisa-bisa tiap hari kamu akan menangis,"

"kesedihan kadang patut untuk dikenang sebagai pelecut kita saat sedang susah. atau kadang kita bisa mentertawakan kesedihan kita yang lalu. well, sekali lagi aku harus meminta maaf lantaran aku sama sekali tak ingin melupakan ulang tahunmu kali ini kawan,"

"ah, sudahlah, jangan lagi kita berbincang tentang lupa dan kesedihan. tapi aku harus merasa sedih malam ini, karena sudah dua kali ulang tahunku kau tak pernah bisa pulang ke Surabaya untuk merayakannya bersamaku. dan rasanya untuk ulang tahunku kali ini, kau juga takkan punya waktu untukku, sobat tuamu ini. kau pasti lebih memilih pergi hiking dibandingkan menghabiskan malam di depan Gedung Dewan denganku. ayolah, aku rindu sekali menikmati malam di warung Bu Madura bersamamu. Tertawa melihat bencong-bencong yang lalu lalang bersama pasangannya.

"doakan saja aku bisa pulang kawan. pekerjaanku menumpuk. masih ada beberapa naskah yang belum aku selesaikan. editor bukuku sudah mulai cuap-cuap lagi. aku telat kasih setor itu draft bukuku. pusing kepalaku. mungkin aku baru bisa pulang bulan depan. dan aku pasti akan sediakan waktu untukmu. yang pasti aku tak ingin acara jalan-jalan bersama ayahku terlewatkan. jadi aku akan menelponmu kalau aku sudah bisa pastikan kapan aku akan jalan bareng ayahku,"

"oke lah kalau begitu. aku akan tunggu kabar darimu lagi kawan. selamat berjuan di jakarta. jangan lupa aku akan selalu ada untukmu, meski kau sering lupa akan aku,"

"jangan begitu kawan. aku takkan pernah lupakan kau. aku hanya telat ucapkan selamat ulang tahun kepadamu, dan kau sudah menghakimiku sampai sedemikiannya,"

"hahaha...., sudahlah, tak usah diperpanjang masalah ulang tahunku. yang penting sekarang bekerjalah dengan baik. dan kumpulkan uang yang banyak. agar kita bisa jalan keliling indonesia seperti yang kita pernah impikan. jalan-jalan dengan uang sendiri,"

"baiklah kawan. aku akan balik lagi dengan naskah brengsekku itu. selamat tidur, mimpi indah, sampaikan salamku pada putri impianmu,"

"hahaha..., oke, oke.... selamat bekerja kawan, jangan lupa minum vitamin,"

0 Comments:

Post a Comment

<< Home