GiLa KeRJa
Kembali lagi. Kegilaanku untuk stay di kantor sampai pagi menjelang, kumat lagi. Sepertinya sedang enggan untuk stay di kos-kosan yang lebih sering kusebut rumah itu. Padahal saat ini, aku sedang sakit, biasalah, sedikit batuk lantaran radang tenggorakan yang menjadi penyakit langgananku.
Aku sedang menikmati kantorku yang seringkali sepi di malam hari. Aku sedang menikmati kesibukan segelintir orang yang sedang pusing mengyiapkan materi untuk reportase malam dan reportase pagi. Bahkan aku tidak segan ikut serta dengan mereka. Entah, sepertinya saat ini aku sedang bersemangat. Ada keasyikan tersendiri di dalam suasana stres itu. Ada tekanan yang bisa membuat adrenalinku naik.
Dulu, sewaktu aku masih bekerja untuk raksasa pers bernama Jawa Pos, aku selalu seperti orang gila. Bagaimana tidak, hampir tiap hari redaktur meneriakiku. Wah, kalau bukan orang gila macam aku, pasti sudah banyak yang kabur. Untunglah, otakku rada sedeng alias edan, jadinya, omelan dan juga makian mereka tak pernah bisa aku dengarkan dengan baik. Maklum, omongan mereka tidak pernah bisa masuk ke telinga kananku, sehingga tak perlu aku memasukkannya ke memoriku.
Sekarang, ketika kerja di trans tv, tak ada tekanan yang bisa membuat aku bekerja dengan kecepatan yang luar biasa. Maka ketika aku berada di kantor dan melihat rekan-rekanku sedang sibuk menyiapkan tayangan reportase, aku merasa tak ada salahnya ikut bergabung. Demikian juga, ketika aku dipercaya menjadi VJ, banyak yang bilang, kurang kerjaan. But, hey, itulah aku, aku suka tantangan. Aku tidak peduli dengan mereka, inilah aku yang selalu gila kerja.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home