Poligami No, Kawin Kontrak Yes!
Sebuah judul di cover majalah yang membuat aku tersenyum. Aku tak sempat membaca artikel yang dimuat di majalah itu. Namun, aku memiliki bayangan tersendiri jika memang para perempuan lebih memilih untuk melakukan kawin kontrak.
Pembicaraan kawin kontrak dan poligami pernah kubahas dengan seorang kawan. Dia mengatakan, "Wah, kalau aku sih mendingan kawin kontrak saja. Sudah ketahuan pasal-pasalnya yang kita bisa buat sendiri dengan persetujuan dari kedua belah pihak. LAgi pula lebih menguntungkan dari sisi materi. Kalau poligami, yang untung lakinya doang, soalnya dia boleh ambil apa saja punya kita. Iya kalau nikahnya resmi, kalau dibawah tangan?"
Buat aku pribadi, keduanya, baik poligami maupun kawin kontrak tidak ada yang aku setujui. Keduanya tidak bisa menaikkan derajat dan martabat perempuan. Selain itu, poligami dan kawin kontrak sudah mengaburkan kesakralan nilai sebuah institusi bernama pernikahan. Apalagi buatku, sebuah pernikahan itu harus dijalani hanya satu kali satu orang. Institusi itu hanya bisa dibubarkan oleh kematian bukannya perceraian.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home