Tuesday, November 02, 2004

"jelajahi saja sukmamu
terawangi saja kalbumu
tak akan ada yang mampu selain kamu

Bapa, jika Kau ada...
lunglai ragaku
layu pula jiwaku
mengembara di dalam diriku
mencari setitik oksigen dalam ruang benakku"


Sepanjang hidupku aku tak pernah berpikir akan adanya sang empunya jagad raya ini. Pikiranku selalu ada dalam konteks, bahwa alam raya yang saat ini aku pijak bisa diciptakan oleh siapa saja.

Namun, suatu kali, aku harus tersungkur dan terpuruk. Untuk mengangkat kepala saja rasanya aku sudah tidak bisa. Semua otot dan tulangku serasa lunglai. Tiada daya yang aku punya. Yang aku bisa hanyalah menangis. Terisak namun tak ada air mata yang menetes, suara sesenggukan pun nyaris tak ada. Dadaku serasa sesak. Aku penuh pengharapan bisa melupakan sakit yang aku derita saat itu. Namun, aku tahu, aku tak punya daya untuk menyembuhkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Sang Empunya Jagad Raya untuk membantuku.

Maka, kepasrahan mulai merasuki diriku. Aku mencoba berserah kepadanya. Sebab, aku sendiri tak bisa berkelana di dalam ruang benakku. Aku tak cukup punya keberanian untuk bisa menyadari kesalahanku.

Selama 20 tahun aku mencari dan mencoba untuk bisa menjalani apa yang aku punya. Namun, baru kali itu aku merasakan nikmatnya bisa berpasrah diri pada-Nya. O... Sang Empunya Jagad Raya..., kini kepasrahan itu kian sering menghinggapi diriku. Maka ijinkanlah aku untuk sekali lagi bisa berenang di dalam ruang benakku. Biar bisa kurasakan kedamaian di dalam sukma dan kalbuku.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home