Sunday, November 07, 2004

perut

Perut!
Buatku organ tubuh yang satu itu adalah bagian tersensitif di dalam tubuhku. Pasalnya, dia bisa mendeteksi tingkat depresi yang ada di dalam otakku. Seperti halnya pagi tadi sebelum aku berangkat tidur, ketika seorang kawan memberitahukan bahwa dia tak bisa memberikan uang yang telah dipinjamnya kepadaku. Ada rasa marah, lantaran dengan seenak hati saja dia berkata, aku balikin nanti tangal 1 desember, karena aku ingin pulang. Menyebalkan! Tak sebanding dengan permohonannya yang mengiba-iba padaku ketika dia membutuhkan uang itu.

Aku sendiri sebetulnya sudah punya rencana dengan uang yang hanya beberapa ratus ribu itu. Aku mau membetulkan dinamo starter motorku.

Aku tidak pernah merasa semarah ini. Aku merasa, orang bisa seenaknya begitu, tak bisa sedikit mengerti kebutuhan orang lain. Dan itulah yang membuat aku marah.

Hasilnya, aku pun berangkat tidur dengan perasaan sangat sebal. Dan ketika bangun sore ini, aku masih bisa merasakan kemarahan yang ada. Hingga membuat perutku pun mual dan akhirnya kau terpaksa berlari ke kamar mandi lantaran mau muntah.

2 Comments:

At 12:25 PM, Blogger Imam And Justice For All said...

Marah...Marah....Marah.....!!! apakah dengan marah akan menyelesaikan masalah....ehm! tidak kan?
manusia hidup itu memang diberikan sifat pemarah, iri, dengki, syirik, munafik, benci, rakus, serakah, jahat dan SABAR!!
KITA MANUSIA tinggal pilih apakah kita termasuk orang yang memiliki salah satu sifat itukah??
marilah kita berkaca pada diri sendiri...haruskah itu semua mesti dilakukan?? nggak juga kan.
kita manusia harus bisa hidup seperti...LILIN YANG APINYA BISA MENYINARI SEKELILINGNYA WALAUPUN AKHIRNYA BATANG LILIN ITU HABIS DENGAN SENDIRINYA TERMAKAN BARA API....
DHE....cobalah mengerti tentang dirimu sendiri!!!
Memang hidup ini tidak semulus yang kita impikan, pasti ada batu terjal yang selalu menghadang setiap langkah kaki kita untuk mencapai satu kata..KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT!!

 
At 11:41 PM, Blogger Pipit said...

saya pernah menangis sedih sampai muntah. tapi kalau marah sampai muntah, belum tau bagaimana rasanya.. :)

 

Post a Comment

<< Home