Monday, November 01, 2004

syukur

03.32 WIB
Depan Terminal Kampung Rambutan
Hari ke-17 puasa Ramadhan


Seorang bapak dan dua anaknya masuk tergesa ke dalam sebuah depot 24 jam,di depam terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Segera dia memesan nasi pepes ikan dan segelas air putih. Sedang dua anaknya memilih menu yang lebih simpel, pecel lele. Dua orang pelayan tergesa melayani ketiga tamu tersebut.

Tak lama berselang, sekali lagi, laki-aki berperawakan kekar itu memanggil sang pelayan. "Buatkan dua gelas jus mangga dan ambilkan satu gelas es. Sekalian sama krating daeng nya," ujarnya lagi. MAsih merasa belum cukup, laki-laki itu, sekali lagi memesan menu lagi, yakni roti bakar keju. Dan, akhirnya dia kembali beralih ke aktifitas yang sebelumnya dilakukannya, makan.

Sembari makan, sempat beberapa kali laki-laki itu berkata kepada kedua anak laki-lakinya agar segera menghabiskan makanan mereka. "Cepat, nanti keburu imsak," ucapnya.

Aku yang duduk di meja belakang ketiga anak manusia itu hanya memandang saja. Sempat sesekali aku memperhatikan betapa lahapnya ketiga orang itu makan. Aku merasa sangat beruntung dengan kondisi ketiganya. Si empunya jagad raya ini, ternyata masih memberikan rejeki yang berlimpah kepada sang bapak yang juga bisa dinikmati oleh kedua anaknya.

Tak hanya itu, aku juga merasa iri, dengan kasih sayang yang dimiliki oleh kedua anak itu. Sang bapak rela, bersusah payah mengajak keduanya makan sahur bersama, meski hanya di sebuah depot. Di matga kedua anaknya yang sayu lantaran masih menyimpan kantuk, bisa kulihat ada sinar kebanggaan terhadap sosok sang bapak.

Sekali lagi, aku hanya bisa menikmati sepenggal drama di dalam kehidupan manusia. Aku tidak mungkin bisa menikmati apa yang dipertontonkan oleh ketiga anak manusia itu. Namun aku turut bersyukur, sebab, ketiganya masih bisa menikmati kebersamaan dalam keluarga. Sebuah aktifitas yang saat ini sangat sulit bisa kudapati. Apalagi setelah aku pergi merantau ke Jakarta. Aku hanya beruntung, bisa sering pulang ke Surabaya dan menikmati secuil kebersamaan dengan keluargaku sendiri.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home