Thursday, December 23, 2004

NatalaN n Tahun BaruaN

akhirnya natal tiba juga. aku akan pulang sore ini ke surabaya. rencananya akan ikutan misa jam 9 malam nanti. senangnya.....

kalau di rumah-rumah lain ada pohon Natal, di rumahku tidak pernah ada. tapi buatku, dari dulu, pohon Natal itu nggak pernah penting. soalnya aku selalu berpikir kenapa orang-orang menaruh kapas di atas pohon itu, sementara di Indonesia kan ngga pernah turun salju. hahaha.... lagipula, sewaktu kecil dulu aku masih ngga terlalu paham dengan sinterklas. soalnya aku lebih senang dengan gatotkaca yang menurutku lebih manusiawi buat orang Jawa. walah.....!!

Nah, sekarang, aku merasa sangat lucu dengan diriku. soalnya, keluarga Yahya pasang pohon Natal di ruang tamu. aku cuma berpikir aku tidak harus mendidik anakku dengan pohon Natal dan sinterklas kan? ya ampun.., apa aku yang egois atau apa ya... aku hanya ingin anak-anakku nanti -- kalau aku nikah dengan Yahya -- ngga terlalu berpikir bahwa Natal itu identik dengan pohon Natal dan hadiah. well, that's my dream.

O ya, aku akan balik lagi ke Jakarta buat tahun baruan di keluarga Yahya. Aku selama ini selalu tahun baruan di Surabaya. Yang selalu kuhabiskan dengan kakakku tersayang. soalnya, sejak tinggal di Jakarta, aku jarang banget bisa jalan-jalan sama dia. makanya, kemarin dia sempat ngambek saat aku bilang aku akan tahun baruan di Jakarta. tapi.. untungnya dia bisa ngertiin kalau aku harus memulai sesuatu yang serius dalam hidupku. jadi, sekarang dia ngedukung banget. bahkan dia sudah kebingungan memberikan saran aku harus bawa apa ke rumah Yahya nanti. ya ampun..... i love Ya bro....

so... Natal telah tiba...
we wish you a merry christmas
we wish you a merry christmas

Wednesday, December 22, 2004

2004

malam kian larut, lampu-lampu di gedung yang sedang di bangun di sebelah kantor mulai meredup. hanya ada satu dua lampu saja yang menyala sebagai lampu kode untuk penerbangan. AC di kantorku pun dinginnya kian terasa, sejurus dengan makin sedikitnya penghuni kantorku saat malam datang.

aku memilih untuk duduk di depan komputer yang banyak dilalui orang. bukan kebiasaanku, namun aku merasa itu harus aku lakukan, lantaran aku sedang tak ingin sendirian.

sudah satu minggu ini, aku merasa diriku bukanlah aku yang sebenarnya. atau mungkin adalah sosokku yang selama ini aku sembunyikan. aku kehilangan pengertian yang selama ini aku coba bangun. aku menjadi orang yang sangat tidak memiliki toleransi terhadap orang lain. sesuatu yang aku benci. sebab, selama ini aku membangun diriku untuk menjadi manusia yang bisa mengerti dan bertoleransi terhadap kondisi yang ada di sekitarku. namun, kali ini semuanya hilang begitu saja. yang aku temui adalah sisi keras kepala dan tak mau mengalah yang begitu besar.

ada apa denganku? aku sendiri tak bisa menemukan jawabannya. aku mencoba melarikan diri dari ke sendirianku. dan aku memilih untuk mendatangi kantorku. setidaknya aku memiliki sesuatu untuk dikerjakan.

aku sedang menelusuri ke belakangan. semua kejadian yang aku alami selama satu tahun ini. merefleksikan diri, itu kata orang. aku ingin tahu apa yang terjadi denganku selama setahun. maka inilah yang terjadi:

#januari 2004#
konflik yang terjadi sejak pertengahan tahun 2003 dengan anak pemilik Jawa Pos kian tak bisa kuhadapi. antara sayang dengan pekerjaanku dan sayang dengan otakku, maka aku putuskan untuk menghentikan langkah di perusahaan koran terbesar nomor dua di Indonesia itu. maka, sejak akhir januari aku resmi tidak lagi menjadi wartawan.

*februari 2004*
di sinilah semuanya berawal. saat aku tahu, mantan calon mertuaku --mama--sakit parah. maka aku berusaha keras mendampingi mantan calon suamiku saat itu. sakit yang diderita mama, sebetulnya sudah terjadi sejak september 2003, namun kian parah setelah memasuki 2004. di bulan ini juga, aku resmi kerja sebagai freelancer daneditor. lumayan sebagai penyambung hidup. aku sering bolak-balik surabaya, jakarta, jogja. capek, tapi pada saat itu, aku merasa sangat bahagia, karena aku akan menikah dengan mantan kekasih. dan di akhir bulan, aku menerima panggilan untuk bekerja di Trans TV.

#Maret 2004#
inilah awal perjalanan kehidupanku yang baru. aku diterima di Trans TV. lalu mama meninggal dunia dua hari sebelum aku mulai bekerja. hubungan asmaraku hancur, lantaran kekasihku yang saat itu sudah yatim piatu, lebih memilih untuk mendengarkan perintah dari saudara-saudaranya, yakni meninggalkanku. maka, mulailah aku merutuk pada Tuhan. menyatakan ketidakadilannya padaku.

*April 2004*
ulang tahun paling menyedihkan sepanjang sejarah yang kuingat. tak punya pacar, keluargaku lupa akan ulang tahunku. dan yang jelas saat itu, aku sangat kehilangan arah. hidupku hanyalah untuk pekerjaan baruku. aku jadi lebih sering pulang pagi, padahal aku juga berangkat pagi-pagi sekali. maka, bulan ini pun aku lewati dengan rasa bahwa aku bukan orang yang diinginkan oleh orang lain.

#Mei 2004#
saat itu, aku adalah orang yang sangat tidak percaya dengan orang lain. dan aku adalah orang yang berusaha memperjuangkan hubunganku dengan mantan kekasihku. saat itu, dengan segenap tenaga dan pikiran aku usahakan untuk selalu berada di sampingnya, meski dia menolakku. maka aku lalui mei dengan segala beban berat itu.

*juni 2004*
ini adalah bulan penantian bagiku. setelah tiga bulan tak berjumpa dengan mantan kekasihku, aku akhirnya bisa menemuinya. aku meminta dia untuk kembali kepadaku. aku bahkan memohon kepadanya. hahaha..sebuah ketololan. begitu kataku saat ini, meski harus kuakui, hingga saat ini aku sangat menyesalkan berakhirnya hubungan kami. maka, juni itulah, statusku benar-benar tak punya siapa-siapa. aku mulai berjuang mengendalikan emosiku. berjuang memperoleh semangat yang selama ini hilang begitu saja.

#juli 2004#
aku masih saja terbang. aku masih tidak bisa mengendalikan diriku. aku sangat liar saat itu. aku sama sekali tidak tahu siapa diriku sebenarnya. aku masih mencoba menangkap diriku sendiri. pekerjaan buatku hanyalah sebuah pelampiasan dari kesendirianku.

*agustus 2004*
aku putuskan untuk hidup sendirian saja. aku tidak ingin kecewa lagi. aku mulai menikmati apa yang aku punya saat itu. aku sangat fokus terhadap pekerjaanku. aku mulai merancang kehidupanku lagi. mulai dengan rencana-rencana baruku. aku kembali hidup!

#september 2004#
aku jalani semua yang aku punya dengan apa adanya. semuanya mengalir begitu saja. sampai pada akhirnya di awal bulan september, aku dikirim ke palembang untuk meliput PON 2004. disitulah semua kisah yang memporakporandakan kehidupanku berulang kembali. aku kembali jatuh cinta. aku bertemu dengannya 29 agustus dan di pertengahan bulan september aku sudah menjalin hubungan dengannya. kilat! mengejutkan! aku sendiri tak percaya!

*oktober 2004*
aku pulang kembali ke surabaya. aku perkenalkan dia dengan keluargaku. semuanya setuju. aku diminta cepat menikah. aku bingung dan senang. aku merasa belum siap lantaran aku sudah punya rancangan besar untukku sendiri. tapi aku harus bisa membuat semua orang senang. maka misiku berubah kembali.

#november 2004#
aku pindah kontrakan, dekat dengan kantor. dan disini pula, semua masalah terjadi. aku kembali merasa sangat kesepian. aku kangen dengan teman-teman dikos yang lama. aku tidak punya siapa-siapa di tempat yang baru. aku tidak lagi punya komunitas kala aku pulang ke rumah. aku mulai tidak ingin ditinggal sendirian. don't go please.....!

*desember 2004*
maka masalah kian sering terjadi. aku dan dia kian sering bertengkar untuk masalah yang kecil. aku merasa kosong. kalau dia pergi aku merasa kosong. karena itulah, aku pikir keputusanku untuk sendirian saja, ternyata merupakan keputusan yang terbaik. karena aku tak akan mengecewakan diriku sendiri dan juga orang lain. apakah aku egois? aku tak peduli! karena aku hanya ingin semua orang bahagia dan aku tak ingin menjadi beban bagi oranglain. hanya itu! maka, apa yang akan terjadi selanjutnya? aku tak akan pernah tahu.

Sunday, December 19, 2004

AkhirnYa...

menjelang dini hari aku tiba kembali di kantorku di kawasan mampang. penat yang sudah mengintai sejak sore kian terasa begitu aku turun dari mobil operasional. hhh...., akhirnya selesai juga hari pertama reka ulang untuk program aku mau sembuh. begitu ucapku dalam hati. namun, begitu aku teringat bahwa aku masih harus berkutat selama satu hari lagi untuk menyelesaikan reka ulang, maka badanku lemas kembali. wah.. capek lagi nih nanti malam.

saat ini, dengan mata yang sudah separoh tertutup aku berusaha untuk menulis. mataku sudah mulai perih lantaran softlens yang aku pakai sejak pagi sudah mulai kering. aku hanya ingin mengucapkan syukur bahwa akhirnya aku bisa menyelesaikan reka ulang pertamaku di AMS. capek tapi aku puas lantaran banyak orang yang membantu. tak tanggung-tanggung sutradara sekelas Arya Kusumadewa, sutradara film Novel Tanpa Huruf R, pun merelakan rumahnya untuk kami acak-acak. bahkan dia banyak memberi masukan dalam pembuatan reka ulang itu.

Wednesday, December 15, 2004

DEad LIne

Dead Line kian dekat. sementara otakku benar-benar tak bisa bekerja dengan baik. Ya ampun..., susah sekali berkonsentrasi. Mungkin aku terlalu berpikir bahwa tugas kali ini adalah sebuah tanggungjawab yang sangat berat. Dan seperti biasa, kalau aku sudah berpikiran seperti itu, maka yang aku dapatkan adalah kesulitan untuk berpikir jernih. Yang ada hanyalah ketakutan yang berlebihan. Takut salah dan takut hasil yang kudapatkan tidak maksimal.

Maka, malam ini aku kembali lagi berkutat di depan komputer tanpa bisa berbuat suatu apapun, keculai bermain game dari Yahoo dan menulis untuk blogger-ku. Ya, daripada aku tidak bisa berpikir dan aku stres, jadi lebih baik aku mencari ide dulu.

Tuesday, December 14, 2004

Natalan.....!!!!

Bener-bener sudah ngga sabar nih. Aku pingin cepet-cepet pulang untuk ngrayain Natal. Sebetulnya bukan Natalnya yang kutunggu, tapi bisa tidur di ranjang empukku saja yang aku kangenin. Sebab, buatku, mau Natal, mau Lebaran, mau Paskahan, semuanya sama saja. Aku bukan tipe orang yang mengagungkan untuk bisa Natalan atau merayakan Paskah. Soalnya, aku sering merasa, kalau masalah agama dan hubungan dengan Tuhan itu, hanya aku yang berhak mengaduk-aduk diriku sendiri. Malas banget kalau sudah diingetin sama orang lain. Pasalnya, aku dari dulu punya prinsip, datanglah ke gereja kalau kamu memang sedang merindukan Tuhan. Jadi ketika kamu keluar dari gereja, yang kamu rasakan adalah sebuah kepuasan. Jadi, aku sangat tidak setuju dengan pergi ke gereja lantaran itu adalah sebuah kewajiban. Sebab, sering kali, aku tidak merasakan sebuah kepuasan kala aku selesai dari gereja.

Thursday, December 09, 2004

TEPAR....!

SUMPAH, baru kali ini sejak aku menetap di Jakarta, baru kali ini aku sakit parah. Sudah begitu, sakitnya bukan sesuatu yang elit. Masuk Angin! Alhasil, hampir seminggu aku aku tinggal di rumah. Bete dan bosan. Tapi kalau pun aku mau liputan, badan ini rasanya tidak kuat. Antara ingin muntah dan sakit kepala. Lucunya, Yahya bilang kalau kepalaku rengat! Hahaha....
Setidaknya aku bisa melihat kalau Yahya benar-benar sayang sama aku. Kebayang aja, aku muntah-muntah sejak jam tujuh malam sampai jam lima pagi, dan dia dengan setia membersihkan semua isi perutku yang sudah kukeluarkan dengan sukses. Belum lagi, rengekanku kalau sedang sakit parah. Wah.. bener-bener pantang menyerah. Salut! Terimakasih ya Mas...!
Akhirnya, hari ini, Jumat, minggu kedua desember aku kembali bekerja. Lumayan kangen dengan segala kesibukanku yang sudah kutinggalkan selama satu minggu. Berkutat lagi dengan komputer, riset untuk perjalanan keluar kotaku bulan depan.