Wednesday, December 22, 2004

2004

malam kian larut, lampu-lampu di gedung yang sedang di bangun di sebelah kantor mulai meredup. hanya ada satu dua lampu saja yang menyala sebagai lampu kode untuk penerbangan. AC di kantorku pun dinginnya kian terasa, sejurus dengan makin sedikitnya penghuni kantorku saat malam datang.

aku memilih untuk duduk di depan komputer yang banyak dilalui orang. bukan kebiasaanku, namun aku merasa itu harus aku lakukan, lantaran aku sedang tak ingin sendirian.

sudah satu minggu ini, aku merasa diriku bukanlah aku yang sebenarnya. atau mungkin adalah sosokku yang selama ini aku sembunyikan. aku kehilangan pengertian yang selama ini aku coba bangun. aku menjadi orang yang sangat tidak memiliki toleransi terhadap orang lain. sesuatu yang aku benci. sebab, selama ini aku membangun diriku untuk menjadi manusia yang bisa mengerti dan bertoleransi terhadap kondisi yang ada di sekitarku. namun, kali ini semuanya hilang begitu saja. yang aku temui adalah sisi keras kepala dan tak mau mengalah yang begitu besar.

ada apa denganku? aku sendiri tak bisa menemukan jawabannya. aku mencoba melarikan diri dari ke sendirianku. dan aku memilih untuk mendatangi kantorku. setidaknya aku memiliki sesuatu untuk dikerjakan.

aku sedang menelusuri ke belakangan. semua kejadian yang aku alami selama satu tahun ini. merefleksikan diri, itu kata orang. aku ingin tahu apa yang terjadi denganku selama setahun. maka inilah yang terjadi:

#januari 2004#
konflik yang terjadi sejak pertengahan tahun 2003 dengan anak pemilik Jawa Pos kian tak bisa kuhadapi. antara sayang dengan pekerjaanku dan sayang dengan otakku, maka aku putuskan untuk menghentikan langkah di perusahaan koran terbesar nomor dua di Indonesia itu. maka, sejak akhir januari aku resmi tidak lagi menjadi wartawan.

*februari 2004*
di sinilah semuanya berawal. saat aku tahu, mantan calon mertuaku --mama--sakit parah. maka aku berusaha keras mendampingi mantan calon suamiku saat itu. sakit yang diderita mama, sebetulnya sudah terjadi sejak september 2003, namun kian parah setelah memasuki 2004. di bulan ini juga, aku resmi kerja sebagai freelancer daneditor. lumayan sebagai penyambung hidup. aku sering bolak-balik surabaya, jakarta, jogja. capek, tapi pada saat itu, aku merasa sangat bahagia, karena aku akan menikah dengan mantan kekasih. dan di akhir bulan, aku menerima panggilan untuk bekerja di Trans TV.

#Maret 2004#
inilah awal perjalanan kehidupanku yang baru. aku diterima di Trans TV. lalu mama meninggal dunia dua hari sebelum aku mulai bekerja. hubungan asmaraku hancur, lantaran kekasihku yang saat itu sudah yatim piatu, lebih memilih untuk mendengarkan perintah dari saudara-saudaranya, yakni meninggalkanku. maka, mulailah aku merutuk pada Tuhan. menyatakan ketidakadilannya padaku.

*April 2004*
ulang tahun paling menyedihkan sepanjang sejarah yang kuingat. tak punya pacar, keluargaku lupa akan ulang tahunku. dan yang jelas saat itu, aku sangat kehilangan arah. hidupku hanyalah untuk pekerjaan baruku. aku jadi lebih sering pulang pagi, padahal aku juga berangkat pagi-pagi sekali. maka, bulan ini pun aku lewati dengan rasa bahwa aku bukan orang yang diinginkan oleh orang lain.

#Mei 2004#
saat itu, aku adalah orang yang sangat tidak percaya dengan orang lain. dan aku adalah orang yang berusaha memperjuangkan hubunganku dengan mantan kekasihku. saat itu, dengan segenap tenaga dan pikiran aku usahakan untuk selalu berada di sampingnya, meski dia menolakku. maka aku lalui mei dengan segala beban berat itu.

*juni 2004*
ini adalah bulan penantian bagiku. setelah tiga bulan tak berjumpa dengan mantan kekasihku, aku akhirnya bisa menemuinya. aku meminta dia untuk kembali kepadaku. aku bahkan memohon kepadanya. hahaha..sebuah ketololan. begitu kataku saat ini, meski harus kuakui, hingga saat ini aku sangat menyesalkan berakhirnya hubungan kami. maka, juni itulah, statusku benar-benar tak punya siapa-siapa. aku mulai berjuang mengendalikan emosiku. berjuang memperoleh semangat yang selama ini hilang begitu saja.

#juli 2004#
aku masih saja terbang. aku masih tidak bisa mengendalikan diriku. aku sangat liar saat itu. aku sama sekali tidak tahu siapa diriku sebenarnya. aku masih mencoba menangkap diriku sendiri. pekerjaan buatku hanyalah sebuah pelampiasan dari kesendirianku.

*agustus 2004*
aku putuskan untuk hidup sendirian saja. aku tidak ingin kecewa lagi. aku mulai menikmati apa yang aku punya saat itu. aku sangat fokus terhadap pekerjaanku. aku mulai merancang kehidupanku lagi. mulai dengan rencana-rencana baruku. aku kembali hidup!

#september 2004#
aku jalani semua yang aku punya dengan apa adanya. semuanya mengalir begitu saja. sampai pada akhirnya di awal bulan september, aku dikirim ke palembang untuk meliput PON 2004. disitulah semua kisah yang memporakporandakan kehidupanku berulang kembali. aku kembali jatuh cinta. aku bertemu dengannya 29 agustus dan di pertengahan bulan september aku sudah menjalin hubungan dengannya. kilat! mengejutkan! aku sendiri tak percaya!

*oktober 2004*
aku pulang kembali ke surabaya. aku perkenalkan dia dengan keluargaku. semuanya setuju. aku diminta cepat menikah. aku bingung dan senang. aku merasa belum siap lantaran aku sudah punya rancangan besar untukku sendiri. tapi aku harus bisa membuat semua orang senang. maka misiku berubah kembali.

#november 2004#
aku pindah kontrakan, dekat dengan kantor. dan disini pula, semua masalah terjadi. aku kembali merasa sangat kesepian. aku kangen dengan teman-teman dikos yang lama. aku tidak punya siapa-siapa di tempat yang baru. aku tidak lagi punya komunitas kala aku pulang ke rumah. aku mulai tidak ingin ditinggal sendirian. don't go please.....!

*desember 2004*
maka masalah kian sering terjadi. aku dan dia kian sering bertengkar untuk masalah yang kecil. aku merasa kosong. kalau dia pergi aku merasa kosong. karena itulah, aku pikir keputusanku untuk sendirian saja, ternyata merupakan keputusan yang terbaik. karena aku tak akan mengecewakan diriku sendiri dan juga orang lain. apakah aku egois? aku tak peduli! karena aku hanya ingin semua orang bahagia dan aku tak ingin menjadi beban bagi oranglain. hanya itu! maka, apa yang akan terjadi selanjutnya? aku tak akan pernah tahu.

1 Comments:

At 12:22 AM, Blogger Pipit said...

mudah-mudahan di tahun 2005 hidup makin baik, lebih terarah..

 

Post a Comment

<< Home