Iwan.....
Ya ampun....
Aku sama sekali ngga menyangka kalau akan ditelepon oleh Iwan. Dia itu cowok yang selama dua tahun ini jatuh cinta setengah mati padaku. Itu kata teman-temanku lho...
Antara kebingungan dan juga senang dia menelepon. Aku bingung karena Iwan langsung saja nerocos bahwa dia merasa kangen sekali padaku. Padahal aku... memiokirkannya pun tidak. Aku hanya memandang dia sebagai kawan baik. Lain itu tidak ada lagi.
Ketika Iwan menelepon, aku juga merasa senang, karena aku bisa mengajak dia berbisnis, apalagi dia dekat dengan Sujiwo Tedjo. Yang aku perlukan adalah bisa berdekatkan dengan Mas Tedjo.
Wah, kalau sudah begitu aku jadi salah tingkah.
Bagaimana ya, kalau dia tahu aku sudah punya Yahya? Waduh, dia pasti bakal patah hati. Tapi aku doakan dia tidak sampai pingsan kalau tahu yang sebenarnya.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home