Thursday, February 24, 2005

miracle

Ya ampun...! Jam dua pagi aku ngeluyur pergi ke kantor yang jaraknya cuma 1,5 kilo dari rumah. Ngga bisa tidur lagi. Dan biasanya, ngeluyur ke kantor adalah obat yang manjur untuk mencari kantuk. Setelah bermain games lewat yahoo selama satu atau dua jam, maka rasa bosan muncul dan aku langsung ngacir balik ke rumah.

kenapa aku ngga bisa tidur?
well, jawabannya panjang dan waduh kayaknya aku ngga bisa banyak omong.

sejak kecil aku punya "gift" dari Tuhan yang tidak pernah aku asah. Namun demikian, hingga sekarang terkadang dia muncul dengan sendirinya. Dan sering kali kemunculannya berkaitan dengan kehidupan terutama keputusan terbesar dalam hidupku.

beberapa waktu lalu, ketika aku pulang ke surabaya, tiba-tiba saja bakat terpendamku itu muncul. dan aku jadi ketakutan setengah mati akan hal itu. permasalahannya itu semua berhubungan dengan Yahya. menurut apa yang bisa aku lihat, aku dan dia akan berpisah. rasanya aku tak ingin kembali ke jakarta sewaktu mengetahui hal itu. rasa rinduku yang begitu besar setelah tak bertemu dengan Yahya selama lima hari, HILANG!

Sejak di bandara Juanda, aku merasa enggan melangkahkan kakiku menuju pintu boarding. Setelah berciuman dengan ibu dan kakakku, aku langsung melangkah dan tidak lagi mau melambaikan tangan kepada mereka berdua, seperti yang biasanya aku lakukan. Ada perasaan kosong yang amat di setiap jengkal langkahku kala itu.

Begitu berada di dalam pesawat, yang kuinginkan hanyalah menghentikan waktu. Atau kalau memungkinkan aku bisa memutar waktu itu kembali ke saat di mana aku belum melihat masa depanku. Ketika pesawat bersiap untuk lepas landas, perasaan tak ingin berada di Surabaya atau di Jakarta kian besar. Bahkan kekosongan di dalam diriku makin membumbung. Tidak ada lagi rasa rindu dan sayang pada Yahya. Aku berusaha menghapus rasa itu dalam sekejab. O my God, I hate it!

selama tiga hari aku sama sekali tidak ada niatan untuk kerja. jika aku bertemu dengan Yahya, ada perasaan bersalah yang aku tidak tahu datang dari mana. SEDIH! Aku sangat sedih, dan Yahya tahu itu, karena aku memberitahu dia tentang apa yang sudah aku lihat. Kami berdua berpelukan lama sekali setelah aku bercerita sambil sesenggukan. Ya, aku memang lemah, kalau sudah berhadapan dengan Yahya. Ngga ada Aqnes yang begitu tabah dan kuat. Yang ada hanyalah seorang anak kecil yang ingin dipeluk dan disayang.

Dua malam lalu, aku terbangun dari tidur. Di keremangan, aku lihat Yahya terbaring dengan tenang. Aku bangunkan dia. "Mamas..., mau temenin aku doa ngga?" Tiba-tiba saja, kerinduan akan Bapa itu datang. Dan Yahya dengan sepenuh hati mau menemani aku untuk berdoa. Dalam doa itu aku hanya minta satu hal yaitu keajaiban atas diriku.

Sejak lama aku tahu, Bapa sudah atur alur hidupku. Aku tidak akan bisa menghindar dari apa yang sudah Dia rencanakan atas diriku. Karena itulah, maka aku hanya meminta agar Bapa mau memberikan keajaiban atas diriku dan Yahya. "Dear Father, today I only ask You one thing, MIRACLE, Amen.

Wednesday, February 16, 2005

JAG

aku terbelalak beberapa saat setelah menaruh tas ranselku. lantas aku tertawa lebar. "waa... bonekanya lucu... buatku ya..." tanyaku ke Yahya. dia cuma tersenyum melihat aku langsung memeluk boneka jaguar yang masih terbungkus plastik. "yee... enak aja itu kan bonekaku. jadi harus ijin dulu sebelum meluk", jawab Yahya. aku langsung cemberut, sementara Yahya langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresiku. "ya..ya.. itu memang buat kamu sayang. biar ada yang kamu peluk waktu tidur kalau aku ngga ada di sini ya," lanjutnya. senyumku langsung merekah lagi.

so, semalam, Jag, begitu akhirnya kunamai boneka jaguar mungilku itu, sudah menemaniku tidur. sudah dua tahun aku tidak pernah tidur dengan boneka dipelukanku. semua boneka yang aku miliki sudah disimpan ibu di kotak, dan hanya dikeluarkan jika ada sepupuku yang masih kecil main ke rumah surabaya.

bisa dikatakan Jag adalah boneka pertamaku di Jakarta ini. meski, sebelum Jag, sebetulnya aku punya boneka sebagai teman tidur, namanya Ratty. boneka tikus, berwarna abu-abu itu, memang bukan boneka yang bagus. aku senang Ratty karena dia unik dan benar-benar menggambarkan seekor tikus. dan boneka itu adalah hadiah ulang tahun ke 21-ku dari seseorang yang saat ini sudah tak lagi bisa kutemui. dan sejak dua tahun lalu, boneka itu aku simpan baik-baik tanpa aku pernah lagi menyentuhnya.

kembali ke Jag, nampaknya, malam ini dia akan kembali menemaniku tidur. Yahya sedang tugas ke Atambua selama tiga hari. dia sudah berangkat tadi pagi. hmmm..., belum-belum aku sudah kangen dengan dia. apalagi, sepertinya di Atambua tidak ada signal untuk Pro-XL. menyebalkan, aku jadi tidak bisa kontak dengan Yahya. tapi, setidaknya aku sudah punya Jag untuk dipeluk, plus dia sudah berbau sama dengan Yahya, lantaran semalam aku sudah semprotkan parfum Yahya ke tubuhnya. so, I hope I can sleep well tonight.

Monday, February 14, 2005

surabaya LAGI...!!!

Wah... tinggal sehari aku tinggal di Jakarta dalam minggu ini. Lusa aku pulang ke rumah dan kembali bisa merasakan enaknya masakan ibu. "Nyummi..."

Sebetulnya, kepulanganku kali ini sama sekali tidak aku rencanakan. Namun, karena aku harus mengurus paspor yang hampir expire, maka mau tidak mau aku harus pulang. Hiks..hiks... padahal aku berencana pulang bulan depan untuk merayakan Paskah. Well, sepertinya kejadian tahun kemarin harus terulang lagi, yakni merayakan Paskah sendirian di Jakarta. Sedih...!

Tapi, yang paling sedih, pas mau pulang ke Surabaya seperti sekarang ini, Yahya malah dikirim pergi ke Atambua selama tiga hari. Dan dia akan berangkat besok pagi-pagi buta. Jadi, kalau dihitung-hitung aku tidak akan bertemu dengannya selama lima hari. LAMA....!!!

Tapi mungkin semakin lama, semakin asyik. Soalnya kangennya kian bertumpuk. hihihi... jadi kalau ketemu lagi pasti lebih mmmmmhhhhh...(pikir sendiri aja yach...)

So...., here come Surabaya!

O ya, aku lagi nungguin Rachel Marriam untuk taping (again). Males sih sebetulnya ketemu sama dia. Biasalah, Rachel itu orangnya manjanya minta ampun. Pernah kejadian, waktu taping di luar kantor, aku lupa lokasinya di mana, dia kebingungan mencari teh botol. Karena ngga mau mood-nya hilang, maka rekan-rekanku dengan sigap segera menyodorkan teh botol. Tapi, mereka langsung schock berat! ternyata teh botol itu tidak untuk diminum oleh Rachel, tapi diberikan pada Lady, anjingnya. YAIKS...!!!

Trus sekarang yang bikin aku malas, dia sedang kena influenza yang ngga sembuh-sembuh selama satu bulan. Hasilnya, dia taping dengan tanpa tenaga. Yach.. kian jeleklah perfomance-nya. Aku dan Mas Rizal, yang kali ini ketiban sampur ngurusin taping, makin malas saja ketemu dengan dia. Semoga yang kali ini dia sudah lebih baik dan tidak lagi demam seperti minggu kemarin.

Saturday, February 12, 2005

HUJAN

hujan dan kerisauan...
itulah rasa yang aku tidak bisa hilangkan selama seharian.
hujan membuatku merasa kian kedinginan
hingga membuat risauku makin memuncak


well, hari ini aku baru saja selesai reka ulang. lelah badaniah. tapi yang paling lelah hatiku. karena seharian pikirku melayang ke Pisangan, Jatinegara - Jakarta Timur. Aku coba menghalau rasa sesak dan kemarahan di hatiku, yang terismpan sejak semalaman, namun sayang tak jua bisa terjadi. Maka, aku pun tidak bisa sepenuh hati membantu kawan-kawan satu tim-ku melakukan reka ulang.

Tapi, aku sempat kehilangan kemarahan dan kecemasan itu, ketika aku sibuk menjadi asistan payungnya Dodot. dengan sepenuh hati aku berhujan-hujan mengikuti kemana pun Dodot pergi, bukan untuk memayunginya, tapi untuk melindungi kamera dari tetesan hujan. hahaha...

Sejenak ketika aku berjalan di perkampungan kumuh di kawasan Sinabung, Jakarta, lokasi reka ulang kali ini, aku merasa kedamaian. aku melihat polah anak-anak yang natural dan tidak dibuat-buat. di situ juga aku merasa kembali ke alam di tengah hiruk pikuknya jakarta, karena di Sinabung ada lahan hijau yang enak dipandang.

Ketika malam mulai merayap dan meninggalkan sinar mentari, kembali lagi aku rasakan kegalauan yang meninggi. aku merasa sangat tidak tahu apa yang terjadi dengan sekitarku, terutama dengan Yahya. Sepertinya dia memendam amarah kepadaku. Hingga dia tak mau menelepon atau mengirim sms kepadaku. Hanya sayang, aku tidak tahu dimana letak kesalahanku. Sejak kemarin malam aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, namun tetap saja aku tak bisa temui. Maka malam ini, aku kembali resah....

Friday, February 11, 2005

Gundahku kian membuncah semalam
Ada rasa yang lain
Namun tak jelas rasanya
Masih kuira-ira bentuknya
Mungkin saat ini aku sudah paham
Mungkin juga masih meraba
Gundah itu tak jua hilang dari membran otakku
melayang...
melayang...
menghantui tiap langkahku

Well, that's what I feel lately
Semalaman aku tak bisa tidur. Yang aku inginkan hanya bisa terlelap sejenak. Namun, apa daya, mata ini enggan mengatup. Sial! Aku paling benci kalau sudah tidak bisa tidur seperti saat sekarang ini.

Malam tadi Yahya tidak pulang. Sedih, karena dia tidak bilang kalau dia tidur di kantor. Semalaman aku coba kontak dia, hasilnya dia sama sekali tidak menjawab. Bahkan puluhan sms -- karena aku dapat sms gratis dari provider-ku -- tidak juga dibalasnya. Well, mungkin kehabisan pulsa, atau bisa juga dia sedang sibuk dikejar deadline.

Pagi tadi, begitu bangun, yang aku lihat pertama adalah kedua handphone-ku. Dan sekali lagi aku harus merasa sedih dan sebal yang ngga ketulungan! Ngga ada satu pun kabar darinya. Akhirnya aku jadi berpikiran buruk tentang dia. Apa dia sedang sakit? Atau sedang kena musibah. Maka aku putuskan untuk telepon saja ke rumah ibu. And, well, sekali lagi dan terulang lagi, NO ANSWER! SEBAL.......!!!!!!!!

Monday, February 07, 2005

hanya cerita

"huuaaah....!"
duh kantuk ini sama sekali tidak bisa kukontrol. padahal bisa dibilang aku sudah cukup tidur. mungkin pengaruh flu yang tak kunjung muncul selama seminggu ini membuat saraf-saraf di otakku mengendur. sekali lagi, huuaaahhhmmm...! ngantuk berat nih...

well, minggu ini aku tak harus bekerja keras seperti minggu-minggu sebelumnya. lumayanlah, ada dua tanggalan merah di minggu ini. lagi pula produserku cukup baik hati memberi keleluasaan anak buahnya untuk mengambil libur di tanggal merah itu. so, besok aku bisa kencan dan refreshing sama yahya. hmm, can wait for it!

sayangnya, hari ini aku juga lumayan bete dengan keadaan. rencananya hari ini aku masuk kantor lantaran ada rapat program. tapi begitu bertemu dengan tim-ku, ternyata hari ini ada taping preseneter untuk tayangan minggu ini. dan yang ketiban sampur mengurus taping itu adalah aku. yaaaahhhh..., gagal pulang cepat hari ini, begitu kataku dalam hati begitu tahu kondisi.

yang bikin aku lebih bete, hari ini aku seharusnya bisa pulang cepat, ngebersihin rumah yang super duper berantakan lantaran ngga keurus sejak dua minggu ini. tapi nampaknya itu tidak bisaaku lakukan, karena aku akan ada di kantor sampai sore. ya ampun...! males banget!

sekarang ini, pada saat aku sedang menulis, aku mencium aroma kopi kental yang dibawa OB dari pantry. pasti enak! tapi sekali lagi sayang, di kabntorku yang namanya gelas, mug atau cangkir itu adalah barang yang langka. susah untuk bisa menemukan mug, gelas atau cangkir yang sudah disediakan di pantry.

sekarang aku sedang menunggu rachel mariam, presenter acara Aku Mau Sembuh, datang. sebenarnya malas ngeliat dia. soalnya dia ngga pernah bisa membawakan acara dengan baik. kurang berperfomance, begitu kata Bang Iwan tentang rachel. tapi sayangnya, kami semua masih belum bisa menemukan sosok yang pas untuk menggantikan rachel. so, mau ngga mau taping kali ini, kami masih mengandalkan rachel sebagai opresenter.

Thursday, February 03, 2005

Kadang aku merasa sangat capek dengan keadaan. Selama dua minggu ini aku selalu dikejar waktu. Bangun jam delapan pagi dan langsung tancap gas ke kantor, lantas bekerja hingga matahari tertidur pulas di peraduannya.

Rasanya pegal semua badanku, tapi aku juga harus mengakui kalau aku menikmati pekerjaanku sekarang ini. Ada semangat di balik kepenatan yang dirasakan secara badaniah oleh ragaku. Maka, ketika jam sembilan malam atau lebih aku baru bisa bertemu dengan Yahya, perasaan puas dan lega kian membuncah. Sepertinya, setelah bekerja seharian sungguh menyenangkan bisa melihat wajahnya dan bercanda dengannya, hingga malam terkantuk-kantuk melihat kami berdua.