Friday, February 11, 2005

Gundahku kian membuncah semalam
Ada rasa yang lain
Namun tak jelas rasanya
Masih kuira-ira bentuknya
Mungkin saat ini aku sudah paham
Mungkin juga masih meraba
Gundah itu tak jua hilang dari membran otakku
melayang...
melayang...
menghantui tiap langkahku

Well, that's what I feel lately
Semalaman aku tak bisa tidur. Yang aku inginkan hanya bisa terlelap sejenak. Namun, apa daya, mata ini enggan mengatup. Sial! Aku paling benci kalau sudah tidak bisa tidur seperti saat sekarang ini.

Malam tadi Yahya tidak pulang. Sedih, karena dia tidak bilang kalau dia tidur di kantor. Semalaman aku coba kontak dia, hasilnya dia sama sekali tidak menjawab. Bahkan puluhan sms -- karena aku dapat sms gratis dari provider-ku -- tidak juga dibalasnya. Well, mungkin kehabisan pulsa, atau bisa juga dia sedang sibuk dikejar deadline.

Pagi tadi, begitu bangun, yang aku lihat pertama adalah kedua handphone-ku. Dan sekali lagi aku harus merasa sedih dan sebal yang ngga ketulungan! Ngga ada satu pun kabar darinya. Akhirnya aku jadi berpikiran buruk tentang dia. Apa dia sedang sakit? Atau sedang kena musibah. Maka aku putuskan untuk telepon saja ke rumah ibu. And, well, sekali lagi dan terulang lagi, NO ANSWER! SEBAL.......!!!!!!!!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home