Thursday, March 17, 2005

HAMIL?!

huahahaha....
aku pernah berkhayal tentang hamil saat masih kuliah. bercanda dengan seorang sahabatku -- wati namanya. kami berdua saling membayangkan jika kami sedang hamil. aku yang jadi super gemuk dan pakai daster. padahal aku sama sekali tidak suka dengan daster. wati juga bilang, meski aku hamil aku masih akan tetap dengan kebiasaanku naik motor GL Max. hahahaha.......
dasar sahabatku yang paling gila.
sementara, menurutku, kalau wati hamil dia akan menjadi seperti orang cacingan lantaran dia sangat kurus. dan sekali lagi kami berdua tertawa terbahak-bahak (huahahahaha.....!!!!)
yang bikin kami berdua jadi terdiam saat itu adalah ketika kami membayangkan saat melahirkan. tak ada suara yang keluar dari mulut kami, padahal kala itu kami berjalan dari fakultas ke gedung serba guna kampus yang jaraknya lebih kurang 500 meter, panas-panas pula.
yang paling seru lagi, adalah khayalan ketika anak-anak kami sudah beranjak remaja. lalu mereka juga jadi sahabat seperti aku dan wati. aku mengajarkan anak-anakku dan wati bagaimana caranya mengotak-atik motor dan ngebut, sementara wati mengajari mereka masak -- yang menurut aku masih tetap dia tak terlalu enak masaknya. maaf......
kembali lagi ke hamil. aku sebetulnya aku tidak pernah bisa membayangkan jika suatu saat aku akan mengalami hal itu. menurut banyak orang, hamil itu merupakan sebuah anugerah bagi wanita. lantaran dengan demikian dirinya sudah menjadi wanita yang sepenuhnya. sementara buatku, hamil itu adalah sesuatu yang menakutkan dan menegangkan. aku selalu membayangkan jika bayi di dalam perutku bergerak-gerak. dan aku selalu membayangkan jika aku sedang "membawa" satu nyawa lagi di dalam perutku.
yang paling tidak bisa kubayangkan adalah ketika bayi itu sudah bayi itu sudah lahir dan besar lantas dia memanggilku ibu. IBU......?!

Tuesday, March 15, 2005

bunda...
malam ini aku hampa
aku menatap ke langit
meski kelip bintang membayang
namun tak kurasakan terang itu di hatiku
bunda...
malam ini aku melayang
pikirku tak bisa kukendalikan
ada resah yang ku tak bisa raba
paru-paruku sesak
sekuat tenaga kuhirup udara
tak jua kurasa segar
bunda...
malam ini kurasa hampa
tiada suatu pun mengisi relungku
hanya gundah yang membuncah
============

usiaku terusu bertambah. ada sebuah gundah yagn sering menghantuiku. aku masih belum menikah meski bulan depan usiaku 28 tahun. sebetulnya, kengerian itu lebih banyak berasal dari lingkungan sekitarku. aku sendiri? aku lebih memilih untuk diam dan sendiri, jika itu diperbolehkan. jujur saja, aku enggan merasa sakit hati dan kehilangan sosok yang aku sayangi untuk ke sekian kalinya.
bulan lalu, ketika aku pulang ke surabaya, setiap orang selalu bertanya kepadaku tentang pernikahan. jujur saja aku risih! aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu. aku ingin semuanya berjalan tanpa aku harus memaksakan diriku mengikuti keinginan orangtuaku. saat itu, aku hanya ingin berteriak tanpa berhenti sehingga aku tidak perlu mendengarkan orang-orang di sekitarku.
malam ini, aku merasa sangat kosong, hampa. aku tidak merasakan apa pun dalam diriku. aku menikmati berlama-lama di kantor. main game, baca email dan menulis.
hhh, sudah sekian minggu sejak kepulanganku aku tidak pernah memberi kabar ke rumah. malas! itu yang aku rasakan. aku tidak punya bahan pembicaraan dengan orangtuaku. meski begitu, sesekali aku masih kontak dengan kakakku. kebanyakan dia yang menelepon. mungkin orangtuaku yang menyuruhnya melakukan itu semua. mungkin mereka tahu bahwa aku enggan untuk memberi kabar ke rumah.
aku merasa seperti sedang melarikan diri. ya..., aku memang sedang lari dari semua orang yang aku kenal dekat. aku sedang enggan berhubungan dengan mereka semua. tak mau ambil pusing dengan komentar mereka. BODO!

Sunday, March 13, 2005

mailist

ikutan mailing list bukanlah hal yang baru buatku. banyak hal yang bisa aku dapatkan dari mailist. salah mailsit yang aku ikuti adalah jurnalisjatim. mailist ini dikhususkan untuk wartawan jawa timur. namun, banyak juga anggotanya yang bukan wartawan jawa timur, aku misalnya. aku merasa dekat dan layak untuk ikutan lantaran aku mengenal sebagian besar anggotanya. aku dulunya juga salah satu diantara mereka. dan dari sekian banyak forum mailist yang aku ikuti wartawanjatim adalah mailist yang memiliki karakter unik.

aku mengenal beberapa kawan yang menjadi anggota tidak aktif dari mailist tersebut. alasannya, "malas aku ikutan pembicaraan mereka. kadang-kadang kawan-kawan terlalu idealis ketika berbicara di milis. tetapi mereka tidak demikian di lapangan," ungkap salah satu dari mereka.

ya. memang kawan-kawanku di mailist jurnalisjatim sering melakukan perdebatan panjang tentang satu topik. hanya saja, terkadang, aku melihat yang mereka bicarakan adalah hal yang sama sekali tidak perlu lagi diulas. misalnya saja tentang isi email yang dikirim oleh anggotanya.

beberapa saat lalu aku mencoba mengirimkan email yang berisi ajakan untuk mengikuti multilevel marketing. begitu aku masukkan email itu, tanggapan yang aku dapat sangat luar biasa. ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa email yang aku kirim tidak lebih dari sekedar penipuan. yang lain bilang mailist jurnalisjatim hanya khusus membicarakan hal-hal yang berbau kejurnalistikkan, apapun itu bentuknya. ada juga yang bilang, kalau forum itu hanya untuk para wartawan jawa timur, di luar itu tidak boleh ada yang masuk. hmmm....!

aku melihat, bahwa itu semua adalah sebuah bentuk kawan-kawanku di jawa timur yang tidak bisa menerima perbedaan, atau orang lain untuk masuk ke dalam forum itu. aku sendiri masih bingung dengan pengkategorian yang dilakukan oleh moderatornya. lantaran, aku sendiri membaca beberapa email yang masuk, isinya sama sekali menyimpang dari ketentuan yang ada. buatku, mailist wartawanjatim, tidak lebih dari forum dimana orang tidak bisa bersikap dewasa melihat lingkungan dan keadaan.

Tuesday, March 08, 2005

makan...makan....

"hari ini kenyang banget rasanya."

aku baru nyampai di kantor sekitar jam enam sore. sebetulnya, hari ini aku libur. aku pergi ke kantor hanya untuk memanfaatkan kupon spesial event yang aku miliki, daripada mubazir. lagi pula aku sedang tidak ada kerjaan di rumah plus Yahya sedang pergi ke Aceh. so, daripada bengong aku langsung tancap ke kantor.

begitu nyampe, aku langsung nyamperin milka yang sedang asyik nulis naskah. baru saja ngobrol, tiba-tiba ada teriakan, yuk makan di ruang rapat. wah...,kebetulan sekali, salah satu tujuanku ke kantor kan memang untuk makan. so, aku langsung ikutan gabung dengan kawan-kawanku menikmati hidangan yang ada. nyam... enak...! nasi putih, telor bali, sambel, kering tempe plus mentimun dan krupuk.

selesai makan, aku kembali lagi ke asalku, di dekat meja tempat milka menulis naskah. eh, tidak seberapa lama, seorang kawan datang membawa termos es yang berisi es dawet. walah... rejeki lagi nih. dengan segera, aku mengambil sebuah gelas yang ada di meja, meski aku tidak tahu siapa pemiliknya -- cuek aja, yang penting dapat es dawet dulu. huehehehe.... akhirnya, sembari membuka email dan menulis aku pun asyik menikmati es dawet bersama syakur, teman seangkatanku.

sekitar satu jam kemudian, ternyata rejeki makanan masih bersambung. lantaran kemahari ini adalah ulang tahun LACAK! yang kedua, maka kawan-kawan di LACAK! membuat syukuran. mereka membawa tiramisu. jadilah, sekali lagi kami berpesta. dan sekarang, aku kenyang!

Sunday, March 06, 2005

Better

Things going to be better now a days
I don't know if it is a miracle or not
I hope everything going well in the future
There nothing I can do with everything that happened in my live
I try to accept everything eventhough it's hard to understand
---------------

Apakah aku adalah orang yang bisa menerima segala kejadian yang harus aku alami? Jawabnya: Kadang-kadang! Sering juga di suatu saat aku merutuk dan tidak bisa menerima dengan lapang dada, terutama jika aku sedang menginginkan sesuatu dan berusaha meraih, lantas aku gagal. Maka, dengan amat sangat aku akan memprotes apa yang aku dapatkan. Apakah itu manusiawi? Jawabnya: Mungkin?!

Saat ini aku sedang berusaha untuk mengatur emosiku. Selama satu tahun lebih, aku masih belum bisa mengatasi emosi yang meledak-ledak ketika amarah hinggap. Aku merasa sangat tidak bisa mengendalikan diri, jika ada seseorang yang membuat emosiku terbakar.

Semuanya berawal setahun lalu. Saat aku harus kehilangan seseorang yang aku sayangi. Itulah kali pertama aku merasakan panas yang menjalar dari tulang ekor menuju ke tengkukku. Aku hanya bisa menggeretakkan gigi kala itu. Air mata pun tak bisa aku keluarkan. Kosong! Kekosongan yang amat langsung menyergapku saat itu. berbulan kemudian , aku masih tetap diam dan tak bisa mengungkapkan rasa sedih dan marahku pada siapapun. Aku tidak mau terlihat cengeng bagi orang-orang di sekitarku, terutama orangtuaku.

Ya, kejadian yang menyakitkan. Dan kini, aku sedang berusaha bangkit dan menjalani hariku lagi. Mengatur emosi yang meledak-ledak. Meski sering kali aku merasa gagal lantaran aku akhirnya membanting barang-barangku hingga hancur berantakan. Meski terkadang aku berteriak di balik bantal apakku. Meski berkali-kali aku menangis sesenggukan ketika aku merasa kecewa. Aku sedang berusaha menyembuhkan luka dan trauma yang ada.

Banyak hal yang sama sekali tidak pernah aku alami sebelumnya, kini harus aku tanggung akibat rasa marah yang selalu aku pendam itu. Aku merasa tubuhku kian fragile seperti keramik. Ketika aku merasa kecewa, maka perutku langsung protes keras, padahal sebelumnya, itu hanya terjadi pada situasi yang benar-benar membuatku stres.

dibalik itu semua, aku merasa sangat beruntung memiliki Yahya. Dia telaten membantu aku bangkit. Berkali-kali dia mendorong aku untuk selalu waspada dan selalu memeluku erat jika aku mulail tidak bisa mengontrol diri. Dia "mengamankanku".