bunda...
malam ini aku hampa
aku menatap ke langit
meski kelip bintang membayang
namun tak kurasakan terang itu di hatiku
bunda...
malam ini aku melayang
pikirku tak bisa kukendalikan
ada resah yang ku tak bisa raba
paru-paruku sesak
sekuat tenaga kuhirup udara
tak jua kurasa segar
bunda...
malam ini kurasa hampa
tiada suatu pun mengisi relungku
hanya gundah yang membuncah
============
usiaku terusu bertambah. ada sebuah gundah yagn sering menghantuiku. aku masih belum menikah meski bulan depan usiaku 28 tahun. sebetulnya, kengerian itu lebih banyak berasal dari lingkungan sekitarku. aku sendiri? aku lebih memilih untuk diam dan sendiri, jika itu diperbolehkan. jujur saja, aku enggan merasa sakit hati dan kehilangan sosok yang aku sayangi untuk ke sekian kalinya.
bulan lalu, ketika aku pulang ke surabaya, setiap orang selalu bertanya kepadaku tentang pernikahan. jujur saja aku risih! aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu. aku ingin semuanya berjalan tanpa aku harus memaksakan diriku mengikuti keinginan orangtuaku. saat itu, aku hanya ingin berteriak tanpa berhenti sehingga aku tidak perlu mendengarkan orang-orang di sekitarku.
malam ini, aku merasa sangat kosong, hampa. aku tidak merasakan apa pun dalam diriku. aku menikmati berlama-lama di kantor. main game, baca email dan menulis.
hhh, sudah sekian minggu sejak kepulanganku aku tidak pernah memberi kabar ke rumah. malas! itu yang aku rasakan. aku tidak punya bahan pembicaraan dengan orangtuaku. meski begitu, sesekali aku masih kontak dengan kakakku. kebanyakan dia yang menelepon. mungkin orangtuaku yang menyuruhnya melakukan itu semua. mungkin mereka tahu bahwa aku enggan untuk memberi kabar ke rumah.
aku merasa seperti sedang melarikan diri. ya..., aku memang sedang lari dari semua orang yang aku kenal dekat. aku sedang enggan berhubungan dengan mereka semua. tak mau ambil pusing dengan komentar mereka. BODO!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home