SetLemEnt
"aqnes, kamu belum boleh pergi ke semarang karena setlement-mu belum selesai."
aku tidak pernah mempermasalahkan boleh atau tidaknya aku pergi ke kota lunpia, semarang. pasalnya, aku memang sudah malas untuk pergi ke kota itu, meski aku sudah melakukan riset tentang pecandu narkoba di sana. pikirku, "ngga masalah, toh aku sudah ogah pergi dari awal." aku malah lebih memilih orang lain yang pergi dibanding harus pergi sendiri.
tapi dibalik itu semua, aku jadi semangat menyelesaikan laporan keuangan yang terbengkalai beberapa bulan belakangan ini. padahal sebetulnya hanya tinggal mengetik dan finish, ngga perlu lagi bingung. ya, otak malasku emang sedang kambuh beberapa bulan belakangan.
nah, sekarang setelah laporan secara tertulisnya selesai, aku tingga nyelesaikan prentil-prentil kecilnya, misalnya bon-bon dan kuitansi yang harus dilem atau distreples. aku sih sudah ngebawa kertas banyak-banyak dari kantor, biar ngga kebingungan kalau nanti harus menyelesaikan laporan itu di rumah.
dan sebetulnya, kalau mau mengerjakan ngga perlu waktu yang lama kok. asal..., rinciannya jelas dan tidak kacau balau. dan untungnya, aku orang yang agak tertib administrasi untuk urusan uang yang bukan milikku. jadi begitu setlement-ku diminta aku tingga salin dan ketik, meski aku ngga terlalu ngeh dengan program Exel. huehehehe.....
nah, besok aku akan benar-benar selesaikan semuanya. setelah itu tinggal tunggu keputusan aku bisa berangkat ke semarang atau tidak. mungkin tidak akan bisa minggu ini. tapi sekali lagi, aku sama sekali tidak tahu keputusan yang akan ada esok, lusa atau nanti -- kok jadi lagunya Iwan Fals sih...
well, now it's time to go home, karena waktu sudah menunjukkan jam satu dini hari. juga, mataku sudah mulai menggantung dengan kesadaran yang hanya tingga seperdelapan (emang bisa dihitung..?)
GO HOOOMMMEEEE..........!!!!!!
