Saturday, July 23, 2005

finally.....

selamat malam kawan. lama aku tak bersua denganmu. lama jua kutak mengisahkan kehidupan sehari-hariku padamu.

satu bulan lebih aku tidak berinteraksi denganmu. well, banyak perubahan di dalam hidupku. sekarang aku sudah tidak bisa lagi keluar rumah seenak hati seperti dulu. begadang hingga malam dan hanging out dengan kawan di TIM. aku sudah istri orang sekarang ini. tapi toh, kehilangan kebebasan untuk bersua dengan kawan memang sudah menjadi resiko yang harus kuambil. meski demikian, aku harus akui sekarang aku jauh lebih senang berada di rumah bersama Yahya. kadang kami hanya berbincang, atau saling bercanda. tak jarang pula kami menonton film kesayangan kami berdua Finding Nemo dan Brother Bear.

tentang rumah, akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di kontrakanku yang lumayan kecil. but at least aku tidak harus tinggal dengan mertuaku. aku sulit bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah Yahya. padahal aku sebetulnya ingin bisa get along with everybody there. tapi apa mau dikatakan, didikan dari keluargaku dan keluarga Yahya berbeda jauh. so, mendingan daripada aku stres dan tidak bisa makan serta tenang, maka aku ngotot untuk tinggal di kontrakanku.

ow... another story...

about my baby...
akhirnya aku akan memiliki bayi perempuan. duh..., pasti dia lucu. cuma kalau ngeliat tingkahku hingga saat ini, ada sedikit kekhawatiran menyergapku. ngga kebayang kalau dia nakalnya meelebihi aku. belum lagi kalau dia lebih tomboy daripada aku. tapi dibalik semua kekhawatiran itu, aku berdoa agar dia bisa tumbuh jadi anak yang cerdas dan pintar kaya ibunya, huahahahaha.........

begitu tahu kami bakal punya anak perempuan, yahya kecewa. bukan masalah dia ingin anak laki-laki, tapi karena dia kalah taruhan denganku. dandia setuju dengan nama yang sudah sejak lama aku rancang, Theresa Tatyana, nice!

sekarang kalau malam, Yahya suka ngelus perutku. hihihi... geli. kadang dia nempelin kupingnya di perutku. "kok yang kedengaran cuma suara perutmu aja sih say," katanya. "harus pakai tetoskop kalau pengen denger adiknya bilang bapak ke kamu," jawabku sembari ketawa.

ngga itu aja, kadang pas adiknya nendang-nendang perutku, aku segera menaruh tangan Yahya ke perutku, ternyata dia sama sekali tidak bisa merasakan gerakan adik. aku bilang aja sama dia kalau tangannya ngga sensitif. ngga bakat jadi bapak. hasil akhirnya, dia ngambek dan segera mojok sembari merokok.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home