Sekarang sudah mulai susah tidur. kalau malam badan ini rasanya panasnya bukan kepalang. Tapi kalau dikipasin pakai kipas angin, hasilnya bangun tidur badan pegal semua dan masuk angin. rgh... Makanya sekarang jadi serba bingung.
Nggak cuma masalah suhu tubuh. Posisi tidur juga mulai memusingkan kepalaku. Miring ke kiri dada sesak karena ketekan sama adik. Kalau miring ke kanan, perutku geli, karena adik suka berpencak silat di dalam perut. Nah, kalau terlentang, pinggang yang rasanya seperti sakit encok. Duh.....itu sangat menyebalkan.
Lalu, masalah lain muncul pas aku sedang enak-enaknya menikmati mimpi, yaitu keinginan untuk pipis dan itu sama sekali tidak bisa ditahan. Rgh..., padahal aku sedang ngantuk berat. Dan kalau sudah bangun aku pasti kesulitan untuk bisa tidur lagi. Ya, karena dua masalah diatas. Weleh....!!
Tapi dari sekian banyak keluhan itu aku merasa bahagia. Karena yahya berusaha keras untuk selalu mendampingi dan menenangkan aku. Dia selalu bilang, "Sayang, kalau kamu memang ingin dedek, kamu pasti bisa menjalani semuanya. Kita ngga akan bisa menerima sebuah anugerah dari Tuhan kalau kita tidak bersusah-susah dulu. Kalau nanti dedek sudah lahir, kamu pasti sangat bersyukur memiliki dia yang bisa mengerti kamu dan semua kesulitanmu. Aku yakin dedek sayang banget sama ibunya..."
Ya, itulah suamiku. Orang yang sangat sabar dan berusaha untuk bisa memenuhi semua kebutuhanku. Orang yang selalu berusaha membahagiakan aku dan dedek. Hmm...
Balik lagi ke hamilku. Rasanya aku sudah tidak sabar menunggu adik buat lahir dan ada di dunia ini. Meski banyak orang yang mengatakan sulit kalau dia sudah lahir. Tapi aku yakin aku bisa jalani semuanya dan merasakan kebahagiaan bisa menjadi perempuan yang seutuhnya. Sebab, hingga saat ini saja, aku sudah merasa bahagia. Karena ada beberapa orang kawanku yang sangat ingin bisa hamil tapi tak juga diberi kepercayaan oleh Allah untuk mengandung. Sementara aku, mulai dari awal kehamilanku hingga saat ini jarang sekali aku mendapatkan masalah. Bahkan di awal kehamilanku, aku sempat mengerjakan liputan yang berat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Syukur pada Allah, aku bisa menjalani liputan itu dan hasilnya menjadi yang terbaik diantara sekian banyak liputan yang sudah kuhasilkan.
Menginjak bulan ke delapan ini, banyak orang yang masih terbengong-bengong ketika mereka tahu aku hamil. "Kamu hamil...?! Yang bener....?!" ujar seorang kawan sembari menempelkan tangannya di perutku. Aku hanya tertawa melihat komentar yang keluar dari mulut kawan lamaku itu. Kebanyakan dari kawanku tidak pernah bisa membayangkan kalau aku hamil. Sebab, menurut mereka, aku ini adalah orang yang tidak membutuhkan laki-laki dan bukan perempuan yang hangat di ranjang, plus tidak akan mau hamil. Plis deh..., it's not me at all. Kalau saja mereka tahu bagaimana manjanya aku pada Yahya, mereka pasti bengong.
Menginjak bulan ke delapan ini aku sudah tidak sabar untuk bisa menggendong adik. Aku sangat penasaran dengan wajahnya. Mmmm....mirip siapa ya? Aku atau Yahya. Kalau kata yahya, adik akan mirip denganku. Huehehehe....dasar sok tahu banget dia.