Saturday, October 22, 2005

nominator

Kemarin siang, seorang kawan memanggilku dan menjabat tanganku seraya mengucapkan selamat. Aku kebingungan dengan salamnya itu. Ah, ternyata setelah dia mengatakan bahwa liputanku di Aku Mau Sembuh, episode Anjal Ngelem masuk nominator Asian Television Awards 2005 untuk kategori best current affair programme, barulah aku ngeh.

Dalam hati aku merasa bangga sekali. Apalagi untuk liputan yang satu itu aku benar-benar harus menguras tenaga selama satu minggu. Liputan dari pagi buta hingga malam tiba. Belum lagi saat itu aku masih belum sadar bahwa aku sedang hamil. Aku ikut lari-larian mengejar kereta api jurusan Jakarta Bogor. Lompat dari satu gerbong ke gerbong yang lain. Wow...! Fantastik! Cuma itu yang aku bisa katakan.

Tapi dibalik itu semua aku merasa masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kawan-kawanku yang lain. Ngga cuma itu aku takut jadi orang yang takabur karena karyaku masuk menjadi nominator sebuah acara bergengsi untuk bidang pertelevisian. Meski demikian, aku tetap bersyukur, bahwa karyaku yang banyak menuai pro dan kontra dari kawan-kawan satu kantor kala ditayangkan, ternyata dinilai bagus oleh banyak orang.

Saturday, October 08, 2005

Bulan ke Delapan

Sekarang sudah mulai susah tidur. kalau malam badan ini rasanya panasnya bukan kepalang. Tapi kalau dikipasin pakai kipas angin, hasilnya bangun tidur badan pegal semua dan masuk angin. rgh... Makanya sekarang jadi serba bingung.

Nggak cuma masalah suhu tubuh. Posisi tidur juga mulai memusingkan kepalaku. Miring ke kiri dada sesak karena ketekan sama adik. Kalau miring ke kanan, perutku geli, karena adik suka berpencak silat di dalam perut. Nah, kalau terlentang, pinggang yang rasanya seperti sakit encok. Duh.....itu sangat menyebalkan.

Lalu, masalah lain muncul pas aku sedang enak-enaknya menikmati mimpi, yaitu keinginan untuk pipis dan itu sama sekali tidak bisa ditahan. Rgh..., padahal aku sedang ngantuk berat. Dan kalau sudah bangun aku pasti kesulitan untuk bisa tidur lagi. Ya, karena dua masalah diatas. Weleh....!!

Tapi dari sekian banyak keluhan itu aku merasa bahagia. Karena yahya berusaha keras untuk selalu mendampingi dan menenangkan aku. Dia selalu bilang, "Sayang, kalau kamu memang ingin dedek, kamu pasti bisa menjalani semuanya. Kita ngga akan bisa menerima sebuah anugerah dari Tuhan kalau kita tidak bersusah-susah dulu. Kalau nanti dedek sudah lahir, kamu pasti sangat bersyukur memiliki dia yang bisa mengerti kamu dan semua kesulitanmu. Aku yakin dedek sayang banget sama ibunya..."

Ya, itulah suamiku. Orang yang sangat sabar dan berusaha untuk bisa memenuhi semua kebutuhanku. Orang yang selalu berusaha membahagiakan aku dan dedek. Hmm...

Balik lagi ke hamilku. Rasanya aku sudah tidak sabar menunggu adik buat lahir dan ada di dunia ini. Meski banyak orang yang mengatakan sulit kalau dia sudah lahir. Tapi aku yakin aku bisa jalani semuanya dan merasakan kebahagiaan bisa menjadi perempuan yang seutuhnya. Sebab, hingga saat ini saja, aku sudah merasa bahagia. Karena ada beberapa orang kawanku yang sangat ingin bisa hamil tapi tak juga diberi kepercayaan oleh Allah untuk mengandung. Sementara aku, mulai dari awal kehamilanku hingga saat ini jarang sekali aku mendapatkan masalah. Bahkan di awal kehamilanku, aku sempat mengerjakan liputan yang berat dan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Syukur pada Allah, aku bisa menjalani liputan itu dan hasilnya menjadi yang terbaik diantara sekian banyak liputan yang sudah kuhasilkan.

Menginjak bulan ke delapan ini, banyak orang yang masih terbengong-bengong ketika mereka tahu aku hamil. "Kamu hamil...?! Yang bener....?!" ujar seorang kawan sembari menempelkan tangannya di perutku. Aku hanya tertawa melihat komentar yang keluar dari mulut kawan lamaku itu. Kebanyakan dari kawanku tidak pernah bisa membayangkan kalau aku hamil. Sebab, menurut mereka, aku ini adalah orang yang tidak membutuhkan laki-laki dan bukan perempuan yang hangat di ranjang, plus tidak akan mau hamil. Plis deh..., it's not me at all. Kalau saja mereka tahu bagaimana manjanya aku pada Yahya, mereka pasti bengong.

Menginjak bulan ke delapan ini aku sudah tidak sabar untuk bisa menggendong adik. Aku sangat penasaran dengan wajahnya. Mmmm....mirip siapa ya? Aku atau Yahya. Kalau kata yahya, adik akan mirip denganku. Huehehehe....dasar sok tahu banget dia.

Sunday, October 02, 2005

BOM

Lagi-lagi Indonesia diguncang bom. Dan untuk kedua kalinya setelah 12 Oktober 2002, Bali kembali dihempas oleh bom. Beruntung kali ini korban tak sebanyak pengeboman yang kali pertama. Namun demikian, sempat juga terbersit dalam diriku, kapan Indonesia akan aman ternteram loh jinawi seperti dulu kala. Tapi sepertinya itu masih berupa impian buat kebanyakan orang.

Malam setelah pemboman itu, aku berdiskusi dengan Yahya. Kami memang senang ngobrol tentang apa saja yang sedang hangat. Lumayan lah bisa jadi tambahan referensi buat kami masing-masing.

Kami berdua, mencoba menganalisa alasan kenapa bisa ada pemboman di Bali untuk kali kedua.
Well, praduga kami yang pertama adalah, pemerintah sedang ingin membelokkan isu tentang kenaikkan harga BBM yang sedang marak ditolak oleh rakyat banyak. Apalagi aksi penolakan itu, masih juga terjadi meski kenaikan harga BBM sudah diumumkan tanggal 1 Oktober lalu.
Lantaran itulah, pemerintah mulai putar otak untuk mengalihkan perhatian banyak pihak ke hal-hal yang berbau politik lainnya. Dan setidaknya pemberitaan di media massa akan segera beralih ke pemboman dibandingkan ke BBM.

Lantas, kami masih mencoba menganalisa lagi, danpraduga kami yang kedua adalah, ada kemungkinan hubungan diantara SBY dan JK sudah tidak lagi stabil, sehingga diantara keduanya ada keinginan saling menjatuhkan. Tapi, kami berharap agar itu tidak benar adanya, karena keduanya adalah pimpinan bangsa ini, yang seharusnya bisa menjadi patokan bagi negara ini.

Praduga kami yang ketiga, ada pihak asing yang mencoba menyusup ke Indonesia. Pasalnya, di Indonesia ini, masih belum trend adanya bom bunuh diri. Hal itu biasanya dilakukan oleh teroris di luar negeri. Sebab, pada saat bom meledak, tidak ada pemberitahuan atau ancaman terlebih dahulu, sehingga polisi melakukan penyisiran terhadap lokasi pengeboman. Tahu-tahu bom meledak begitu saja. dan itu adalah motif yang biasa terjadi untukbom bunuh diri. Yang kami pikirkan saat ini, siapa orang yang mau menjadi eksekutor bom bunuh diri itu? Semoga bukan petani miskin atau orang yang tidak tahu apa-apa dan dibayar dengan harga yang murah.