BOM
Lagi-lagi Indonesia diguncang bom. Dan untuk kedua kalinya setelah 12 Oktober 2002, Bali kembali dihempas oleh bom. Beruntung kali ini korban tak sebanyak pengeboman yang kali pertama. Namun demikian, sempat juga terbersit dalam diriku, kapan Indonesia akan aman ternteram loh jinawi seperti dulu kala. Tapi sepertinya itu masih berupa impian buat kebanyakan orang.
Malam setelah pemboman itu, aku berdiskusi dengan Yahya. Kami memang senang ngobrol tentang apa saja yang sedang hangat. Lumayan lah bisa jadi tambahan referensi buat kami masing-masing.
Kami berdua, mencoba menganalisa alasan kenapa bisa ada pemboman di Bali untuk kali kedua.
Well, praduga kami yang pertama adalah, pemerintah sedang ingin membelokkan isu tentang kenaikkan harga BBM yang sedang marak ditolak oleh rakyat banyak. Apalagi aksi penolakan itu, masih juga terjadi meski kenaikan harga BBM sudah diumumkan tanggal 1 Oktober lalu.
Lantaran itulah, pemerintah mulai putar otak untuk mengalihkan perhatian banyak pihak ke hal-hal yang berbau politik lainnya. Dan setidaknya pemberitaan di media massa akan segera beralih ke pemboman dibandingkan ke BBM.
Lantas, kami masih mencoba menganalisa lagi, danpraduga kami yang kedua adalah, ada kemungkinan hubungan diantara SBY dan JK sudah tidak lagi stabil, sehingga diantara keduanya ada keinginan saling menjatuhkan. Tapi, kami berharap agar itu tidak benar adanya, karena keduanya adalah pimpinan bangsa ini, yang seharusnya bisa menjadi patokan bagi negara ini.
Praduga kami yang ketiga, ada pihak asing yang mencoba menyusup ke Indonesia. Pasalnya, di Indonesia ini, masih belum trend adanya bom bunuh diri. Hal itu biasanya dilakukan oleh teroris di luar negeri. Sebab, pada saat bom meledak, tidak ada pemberitahuan atau ancaman terlebih dahulu, sehingga polisi melakukan penyisiran terhadap lokasi pengeboman. Tahu-tahu bom meledak begitu saja. dan itu adalah motif yang biasa terjadi untukbom bunuh diri. Yang kami pikirkan saat ini, siapa orang yang mau menjadi eksekutor bom bunuh diri itu? Semoga bukan petani miskin atau orang yang tidak tahu apa-apa dan dibayar dengan harga yang murah.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home