kenapa harus dengan orang toraja?
tidak bisakah kau mencari laki-laki lain yang sama-sama jawa?
kenapa harus pindah agama?
tidak bisakah kau mencari yang sama-sama katolik?
kenapa kamu mau tinggal dengan mertuamu?
tidak bisakah kau mencari rumah kontrakan sendiri?
RGH......!!!!!
semua pertanyaan yang diajukan padaku di saat silam itu masih saja terngiang di telingaku hingga sekarang. pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang melahirkan aku ke dunia ini. pertanyaan yang hingga saat ini sering kali membuatku menangis di malam hari.
TORAJA...
memang kenapa dengan orang toraja? aku tidak pernah melihat sisi buruknya. apalagi lelaki yang menjadi suamiku saat ini bukan tipe orang yang menjunjung tinggi adat yang dimiliki oleh leluhurnya. baginya, upacara pemakaman yang menelan banyak biaya itu sama halnya dengan buang-buang uang. menurutnya, masih banyak yang butuh uang itu, misalnya anak-anaknya kelak, masih butuh dana untuk sekolah. kalau orang mati, menurutnya, yang penting kita sudah doakan dia, itu saja sudah cukup.
PROTESTAN...
ya, suamiku agamanya protestan. mungkin banyak orang yang menganggap bahwa katolik, agamaku, dengan protestan memiliki banyak kemiripan. namun, sejujurnya ada banyak hal-hal prinsipil yang berbeda di antara kedua agama itu. dan saat ini sejujurnya, aku tidak sedang berpindah agama menjadi seorang protestan. aku adalah seorang katolik tulen. buatku, pindah agama adalah hal yang sangat sulit. apalagi aku mendapatkan agama yang saat ini aku anut melalui perjalanan waktu yang tidak sebentar. aku belajar sendiri, tanpa ada asuhan dari orangtuaku dalam mencari agama. karena itu, meski di mulut aku mengatakan ya, aku mau pindah agama, tetap saja di hatiku aku adalah seorang katolik.
RUMAH...
ah, dari dulu, aku memang tidak senang tinggal dengan mertuaku. dan itu sudah aku ungkapkan pada suamiku. toh, kini aku tidak tinggal dengan mertuaku. dengan semua kekurangan dan kelebihan yang kami berdua miliki, kami berusaha untuk bisa tinggal di kontrakan kami yang mungil. bahkan saat sakit pun aku enggan ditunggui oleh mertuaku. aku lebih memilih untuk tinggal sendiri saja. lebih menyenangkan dan lebih bisa ngapa-ngapain.
dan kini, saat rumah tanggaku yang bahagia sedang berjalan, orang yang melahirkan aku sering berkata, "kasihan kamu nak, kenapa kamu harus menikah dengannya..."
AH ENTAH....
aku harus bilang apa padanya. apa yang aku harus jelaskan padanya. dia sama sekali tidak tahu kehidupanku di sini. dia tidak tahu betapa bahagianya aku hidup bersama dengan lelaki yang sangat menyayangiku. tak pernah ada lelaki seperti suamiku, kecuali ayah dan kakakku. tak ada lelaki yang memperhatikanku sampai detil kecil yang kumiliki. tak ada lelaki yang bisa menerima kekuranganku dengan apa adanya seperti suamiku. tak ada lelaki yang menguatkanku ketika aku sudah bosan dengan kondisi di sekitarku.

3 Comments:
sudah ngelahirin ya bu? perempuan laki? sehat kan? masih gemuk apa langsung langsing? hehe...
kemana aja bu? udah lahirkah anak ajaib yang dinanti? selamat yaa...salam kenal...:)
kisah yang bagus... tuhan bersamamu, bu...
Post a Comment
<< Home