Dimana Kalian Berdua.....!!!!
Ah....
Sendiri itu sepi
Sendiri itu tak berkawan
Sendiri itu.....
Saat ini jarum jam menunjuk ke angka 12 siang. Aku dengan terkantuk-kantuk berada di kantorku yang selalu sepi di akhir pekan. Hanya ada segelintir orang di ruangan yang dingin karena AC selalu digeber abis. Aku masih saja menguap berkali-kali. Kantuk ini terus menerus menyerangku dan memaksaku tidak bisa tenang menunggu email dari produserku. Beruntung di samping kananku ada Yunus kawan sesama campers yang nangkring di kantor karena mau njagain editing. Jadilah suasana tak menjadi sepi, lantaran Yunus AFI begitu kami memanggilnya, suka sekali menyanyi.
Sudah empat hari ini aku sama sekali tidak melihat si Unyil. Kangen juga sama dia. Kangen lihat ketawanya dan dengar kalau dia nangis. Tapi, pekerjaan memaksaku untuk tidak bisa menengoknya. Duh, kangen sekali aku sama dia. Rencananya nanti sore aku akan menengoknya dan nanti malam aku akan tidur bareng si Unyil yang suka merengek manja kalau ibunya ada. Duh... Mama kangen sekali sama kamu. Nanti malam kita ngerumpi lagi ya....
Kadang aku sangat ingin setiap hari bisa bareng sama si Unyil. Tapi, pada kenyataannya, masih agak sulit. Kadang aku sangat capek setelah bekerja dan tidak ingin diganggu. Dan kalau aku paksakan, aku kasihan si Unyil, karena aku jadi malas bangun di tengah malam untuk buatin susu. Pernah beberapa kali aku ngga bangun padahal dia sudah nangis jejeritan lantaran haus. Maafin Mama ya sayang....
Oya, sekarang si Unyil sudah pintar tepuk tangan. Tiap kali dinyanyikan tepuk tangan suka-suka dan Puk Ami-ami dia pasti langsung tepuk tangan sambil nyengir memperlihatkan dua gigi bawahnya. Ya ampun lucu banget.... Si Unyil juga sudah kuat duduk lama-lama. Dia paling senang nonton tivi dan di foto. Tiap kali tanganku memegang kamera maka dia akan berpose meskipun posenya pose bengong. Yang paling menggelikan kalau eyang dan pakpuhnya di Surabaya telepon, si Unyil pasti dengan seksama memperhatikan ponsel yang aku genggam. "ugh...ugh...", begitu dia menyapa eyang dan pakpuhnya sembari tangannya berusaha merebut ponsel dari tanganku.
Si Unyil itu termasuk bayi yang malas belajar jalan. Tiap kali diajari berdiri, dia angkat kakinya tinggi-tinggi supaya tidak kakinya tidak menapak di lantai atau kursi. Tapi, dia paling senang jalan-jalan. Si Unyil punya supir pribadi, yaitu Om Harun. Om Harunnya, senang banget menggendong si Unyil, makanya aku memanggilnya supir pribadi. Aku jadi kangen banget ngeliat si Unyil.
Ah..., kangen ini ngga cuma menghinggapiku karena tidak bisa ketemu si Unyil, tapi juga karena aku tidak bisa bertemu dengan Yahya. Sudah dua hari ini dia tugas ke Bali. Ada undangan dari Yamaha untuk ikut touring motor Yupiter MX keliling Bali. Ah...Menyenangkan, kalau saja aku ikut. Semalam aku ngiri banget sama dia. Waktu kutelepon, dia sedang jalan-jalan menikmati pasir pantai dan ombak di kuta sembari melihat bule-bule yang mabok. Rgh...! Sementara aku masih harus berkutat dengan pekerjaanku hingga jam satu malam. Lantas pulang ke rumahku yang sepi karena aku hanya sendirian.
Duh... aku benar-benar kangen sama kalian berdua.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home