Aku sedang melangkah pergi
Aku sedang kembali mencari mimpi
Aku sedang berjuang lagi
Akankah aku akan dapati semua keinginan diri?
Aku ingin hunjamkan pisau belati
Biar terbang semua mimpi
Biar pergi semua nyeri
Dan yang aku jumpai hanya kepasrahan dalam hati
Rgh....
Aku lelah
Aku gundah
Aku mau terbang
Menembus awan lalu menghilang
**********************************************
Malam mulai merayap pergi. Suhu udara di dalam ruangan ini mulai menusuk tulang. Entah berapa derajat celcius yang terset di dalam pendingin ruangan di kantorku. Mungkin juga suhu ini menjadi kian dingin lantaran kantorku hanya berisi segelintir orang.
Malam sudah mulai menghilang. Meski begitu, mentari masih belum mau menampakkan diri. Rekan-rekanku sedang asyik menikmati makan sahur masing-masing. Aku, aku asyik duduk di depan layar komputer yang bisa kujajah hingga berjam-jam hari ini.
Ada perasaan lelah yang amat dalam diriku belakangan ini. Saat ini aku ingin sekali bisa pergi dari Jakarta. Meninggalkan kepenatan ini meski hanya sejenak. Menikmati indahnya dedaunan di pegunungan. Tapi apa daya, aku tidak memiliki wewenang untuk mendapatkan liburan seperti yang aku inginkan.
Kalau ingin kembali melihat kebelakang, kehidupanku selama dua tahun ini aku rasakan sangatlah berat. Dalam pekerjaan, aku tidak sedang dalam perfoma terbaikku. Ada saja kendala yang harus aku lalui dalam merintis karirku. Padahala sebelumnya, aku dikenal dengan orang yang tidak pernah bisa pulang cepat. Aku senang berlama-lama di kantor. Namun, dua tahun belakangan, aku tidak bisa melakukan itu. Semuanya menjadi berubah sama sekali.
Kondisi di rumah, tidak kalah menyedihkan. Kondisi Theresa yang belakangan ini tidak bagus, membuatku kian tidak mampu berpikir dengan baik. Tapi, aku tidak lantas menyalahkan kondisi Theresa. Toh, kalau dia sakit, itu juga bukan maunya. Siapa juga yang mau sakit.
Well..., kalau dipikir-pikir, semua masalah yang ada selama dua tahun ini, pemecahannya tidak bisa dari dalam diriku sendiri. Dan itu sering membuatku uring-uringan. Aku ingin semuanya bisa berjalan dengan baik.
Yang bisa aku lakukan saat ini hanya berpasrah diri saja. Bagaimana tidak, sekuat-kuatnya aku berusaha, tetap saja semua penyelesaiannya ada di luar kemampuanku. Ya, semoga saja Tuhan masih berbaik hati padaku. Semoga saja kondisi ini bisa cepat kulalui, dan aku bisa berada dalam kondisi terbaikku lagi.
