Friday, March 23, 2007

Ada Apa Dengan Oktober...?

Tiap kali aku akan menuliskan bulan secara nominal, aku akan menuliskan angka 10 bukannya 3. Padahal saat ini masih bulan Maret. Dan kesalahan penulisan itu tidak hanya sekali saja terjadi. Berulang kali! Sampai-sampai aku bengong sendiri.

Aku baru menyadarinya ketika aku sedang menulis di buku harianku. Aku perhatikan ada beberapa tulisanku yang harus aku coret lantaran aku menuliskan angka sepuluh bukannya tiga. Well, ada apa dengan Oktober...?

Kalau mau dirunut kebelakang, tanpa aku sadari sebetulnya aku memiliki sebuah insting atau mungkin "kemampuan" yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Hanya saja, kemampuanku yang satu itu tidak pernah aku latih. Aku hanya membiarkannya tumbuh dan tak ingin memupuknya.

Aku tidak mau kecewa dan merasa lebih tahu dibandingkan yang lainnya. Aku juga tidak mau melihat hal-hal yang sama sekali tidak ingin aku lihat. Aku sudah beberapa kali merasa bahwa aku dilihat dan diperhatikan oleh banyak mata. Padahal orang-orang sedang tidak melihat kepadaku. Itu hal yang sangat tidak mungkin kan....

Well, masih banyak kejadian yang hingga saat ini pun sama sekali tidak bisa dijelaskan. Karena itulah, aku membiarkan semuanya berjalan begitu saja tanpa mau memoles kemampuanku itu. Aku takut efek sampingnya...

Friday, March 09, 2007

Ga Mau Pisah

Ada hal yang sungguh mengejutkanku dalam kunjungan terakhirku ke Surabaya. Si kecil, Theresa, ternyata sudah benar-benar mengenali ibunya. MY GOD! Sumpah, aku benar-benar tidak menyangka. Padahal aku dan Tere sudah tidak bersua selama dua setengah.

Mulanya ketika menjemputku di bandara Juanda dia hanya bengong melihat kedatangankyu. Waktu kugendong dia malah cenderung menolak. Tapi ketika di kupangku saat duduk di mobil, dia mulai tersenyum-senyum sendiri. Beberapa kali menoleh ke arahku sembari tersenyum malu.

Sehari berselang, dia sudah lengket denganku. Kemana aku pergi selalu dikuntit. Ya, ampun...! Hal itu membuatku benar-benar menyadari bahwa antara ibu dan anak memang memiliki hubungan batin yang erat. Dan ini ngga pernah terbayang sebelumnya. Sampai-sampai dia tidak membolehkan siapapun berada di sampingku. Mungkin dia kangen berat sama ibunya ya....

Tapi, hubungan batin itu juga yang membuatku jadi merasa tidak nyaman meninggalkan Theresa. Aku jadi tidak mengijinkannya ikut ke bandara saat aku akan kembali ke Jakarta. Habis kasihan kalau liat dia nangis.