Papa, itu siapa ya...?
Dia cuma lirak lirik malu-malu. Di matanya aku bisa membaca kebingungannya. Tapi saat mobil-mobilan mungil berwarna biru dan merah kuserahkan, maka mereka berdua langsung asyik bermain bersama.
Yap, begitulah interaksi Theresa dengan Yahya yang sudah lima bulan tidak bersua. Beruntung, aku ingat kalau aku membawakan oleh-oleh mobil-mobilan untuk Theresa. Maka jadilah mobil-mobilan itu jembatan penghubung mereka berdua. Theresa terlihat senang saat dia diajari menjalankan mobil oleh Yahya. Dia sampai tertawa terbahak-bahak begitu dilihatnya mobil-mobilan itu berjalan dan akhirnya menabrak tembok.
Hm... tapi dibalik itu semua aku jadi khawatir. Karena aku takut Theresa jadi lupa sama papanya, dan dia malah memanggil om pada Yahya. Weleh....!!! Tapi ya, mau tidak mau fakta yang seperti itu sudah ada. Theresa memanggil kedua orangtuaku dengan sebutan rama (bapak) dan ibu. Tapi ya, namanya anak-anak yang baru bisa ngomong.
Kedekatan antara ayah dan anak itu akhirnya bisa mereka dapatkan saat kami pergi ke Wisata Bahari Lamongan. Yahya selalu menggandeng Theresa kemana pun kami pergi. Dan moment yang sangat disenangi Yahya adalah saat kami masuk ke dalam rumah kaca. Di situ dia merasakan kedekatannya dengan Theresa yang senantiasa dia gendong.
bersambung......

1 Comments:
mbak kan alamat yang matahariku.blogspot.com itu dah gak pernah diedit... Pleaseee buanggeeettt yah, dikasih ke aku.
klo ga dipake kan sayang...
please ya mbak, soalna itu mau aku 'persembahkan' untuk orang tercintaku.
aku minta maaf klo terlalu memaksa
Post a Comment
<< Home