[kuCOBA!] mengerti dia
Ketakutanku bisa mengerti tentang Yahya dan hubungan yang aku punya dengannya benar-benar terjadi. Aku yang terbiasa sendirian dan tidak pernah mendiskusikan keputusan yang aku ambil, sering terkejut akan protes-protes Yahya. Dia sering bertanya kepadaku, "Kamu anggap aku ini apamu? Kenapa kamu sering mengambil keputusan sendiri tanpa terlebih dahulu bertanya atau setidaknya mendiskusikannya denganku."
Tidak mudah buatku bisa mengerti dan memahami adanya sebuah hubungan. Apalagi sejak kecil aku dididik untuk tidak terlalu bergantung terhadap orang lain. Aku juga dibiasakan untuk berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Aku terbiasa berpikir untuk diriku sendiri, yang tanpa aku sadari itu masih kubawa ketika aku sudah melangkah ke arah yang serius dengan Yahya.
Aku berusaha untuk bisa mengerti dan memahami orang lain, terutama dengan Yahya yang selalu memperhatikan aku. Namun, sekeras apapun aku berusaha, nyatanya kebiasaanku untuk berpikir cepat tanpa second opinion itu, sering kali membuat kami berdua bersitegang.
Aku tidak ingin menyusahkan dia. Aku juga tidak ingin hubungan yang aku punyai dengan Yahya kandas di tengah jalan lantaran kesalahan yang sering aku lakukan. Ya.. inilah proses yang aku harus lalui dengannya. Sebuah proses yang tidak mudah dan penuh dengan liku.
Aku seringkali tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Lantaran segala yang diungkapkannya memang benar adanya. Aku memang masih sering memikirkan diriku sendiri. Ada rasa takut kehilangan hak-hakku sebagai individu. Aku tahu itu sebuah konsekuensi dalam menjalin hubungan, namun tetap saja, aku merasa sangat ingin tidak dikekang olehnya. SELFISH!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home