Tuesday, May 17, 2005

KeLuH

mataku sudah separuh terpejam.
ah...entahlah belakangan ini aku sering sekali mengeluh. terutama tentang pekerjaan dan persiapan pernikahanku.

ada rasa enggan untuk tinggal di rumah mertuaku. susah sekali buatku menyesuaikan diri dengan lingkungan di sana. tetapi mau tak mau itu harus kulakukan. well biarlah itu semua cepat berlalu. yang penting kehidupanku ke depan bersama Yahya bisa berjalan dengan baik dan bahagia.

about my job!
kemarin pengumuman rolling program sudah keluar. dan seperti rollingan sebelumnya, aku pasti dipindahkan. kali ini aku ditugaskan di reportase sebagai camera persons. sebuah tantangan baru. sebab, biasanya aku jadi campers di program magazine dan kali ini aku harus berkejaran dengan kameramen dari tv lain. doakan saja aku bisa menjalaninya dengan baik.

tapi sekali lagi, perpindahan tugas kali ini aku rasakan sangat berat. salah satu sebabnya lantaran kondisi fisikku sering menurun tanpa aku tahu. dua hari bisa masuk kerja dengan baik, tiga hari berikutnya aku terkapar di rumah tanpa bisa melakukan apapun. beratnya untuk jadi seorang ibu.

ah, semoga semuanya bisa aku jalani dengan baik. toh ini semua adalah sebuah keajaiban yang aku inginkan agar bisa terjadi. dan ketika semuanya berjalan seperti yang kuinginkan, maka bukan saat yang tepat bagiku untuk mengeluhkan keadaan yang ada. aku harus bisa jalani semuanya dengan baik dan jarang mengeluh. yach... kecuali untuk posisi tidur yang sering kali membuatku kelimpungan lantaran aku sering sakit pinggang. ya sekali lagi, susahnya menjadi seorang ibu sekarang ini sudah mulai aku rasakan.

Sunday, May 15, 2005

bisakah dihentikan?


"sepertinya semuanya sudah terlambat untuk dihentikan."

kemarin malam, rapat keluarga Yahya sudah memutuskan untuk pergi ke Surabaya tanggal 26 Mei ini. aku akan dilamar. malam tadi, aku senang. akhirnya setelah menunggu sekian lama, keputusan itu muncul juga. tapi sore tadi, semuanya berubah. aku merasa terhenti. inginku untuk meneruskan dan hidup berbahagia dengan Yahya tiba-tiba terputus. hanya lantaran gaun pengantin.

sore tadi, sebelum berangkat liputan, aku meneleponnya untuk bertanya apakah dia punya waktu untuk mengantarkan aku ke bintaro. aku ada janji dengan seorang teman yang akan mengantarkan aku pergi ke penjahit gaun pengantinku. tapi tiba-tiba saja semuanya jadi berubah. dia marah, aku marah. hhh.....! tiba-tiba saja inginku untuk tinggal bersamanya selamanya lenyap begitu saja ditelan amarah. namun rasanya semuanya sudah terlambat untuk dihentikan.

mungkin, aku masih belum ingin untuk pergi meninggalkan dunia kesendirianku. aku merasakan bahwa aku masih ingin bisa bersenang-senang meskipun aku tahu, aku juga ingin bisa cepat menikah.

aku masih merindukan hari-hari saat aku bisa pulang larut malam tanpa harus merasa khawatir akan ada orang yang akan berteriak ketakutan aku akan digarong orang di tengah jalan. aku juga kangen bisa jalan-jalan dengan didit, sahabatku yang paling gokil sejak aku tinggal di jakarta. aku kangen bisa ngumpulin duit banyak lantas pas liburan bisa pergi kemping atau hiking tanpa ada orang yang bilang, "kamu kan cewek sendirian. apa kata orang." aku rindu sendirian. ngga harus memikirkan orang lain. hanya aku dan aku...!

but hey, live must go on. i have something else to do with my live. meski aku sangat ingin semuanya bisa dihentikan dalam sekejab saja. bisakah semuanya dihentikan, dibekukan. aku berharap bisa.....

Tuesday, May 10, 2005

satu bulan ini aku sama sekali tidak menulis di halaman ini. banyak peristiwa yang terjadi. membuat diriku terkadang merasa sesak, lantaran untuk waktu yang sangat singkat aku harus bisa menyesuaikan diri.

akhirnya aku dan yahya memutuskan untuk menikah bulan depan. dan untuk itu banyak persiapan yang harus aku lakukan. mulai dari memesan gaun pengantin hingga menelepon kawan-kawan fotografer untuk meminta bantuan mengabadikan momen penting dalam hidupku itu. hanya sayangnya, semua itu, seperti terhenti. lantaran, keluarga yahya tak juga memberi keputusan kapan mereka akan pergi ke rumah orangtuaku di Surabaya.

padahal, kalau boleh jujur, dengan langkah itu, aku bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya yang berhubungan dengan pekerjaanku. misalnya saja, bilang ke produser kalau aku butuh waktu untuk mempersiapkan pernikahan. jadi nanti kalau aku ijin bisa lebih dipermudah. belum lagi tentang keputusan nikahan itu nanti akan digelar di Jakarta atau Surabaya. rasanya, aku ingin meledak!

dua minggu lalu, yahya meminta aku untuk tinggal di rumahnya. dia melakukan itu lantaran nanti setelah menikah, untuk sementara, kami akan tinggal di rumah orangtuanya. ya ampun...., sekali lagi, aku jadi ingin meledak. di sana aku tidak bisa lagi memiliki diriku. semuanya serba diatur, mulai dari makan dan minum. belum lagi ibunya, yang akhirnya aku golongkan lebih cerewet dibandingkan ibuku, selalu melarang anak-anaknya untuk berkomentar yang "menyakiti" Tuhan.

ngga bisa dibayangkan, kalau aku tinggal di sana dalam jangka waktu yang lama. aku orang yang terbiasa berkomentar sesuka hatiku. dan aku juga orang yang bertoleransi atas komentar orang terhadap sesuatu, jadi merasa terkungkung. aku yang biasanya tertawa terbahak-bahak di rumah yahya jadi orang yang super pendiam. kenapa? aku malas dikekang dan dikungkung.

boleh ngga aku membatalkan rencana pernikahan ini?